Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sisa MBG Tak Dibuang, SMPN 1 Banjarmasin Olah Jadi Kompos untuk Suburkan Tanaman Sekolah

Zulvan Rahmatan • Senin, 17 November 2025 | 16:46 WIB

DIBUAT KOMPOS: Sisa MBG tak dibuang percuma, SMPN 1 Banjarmasin justru memanfaatkan ulang jadi kompos untuk tanah.
DIBUAT KOMPOS: Sisa MBG tak dibuang percuma, SMPN 1 Banjarmasin justru memanfaatkan ulang jadi kompos untuk tanah.
BANJARMASIN - Alih-alih membuang sisa Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa SMPN 1 Banjarmasin justru didorong mengubahnya menjadi pupuk organik atau kompos di lingkungan sekolah.

Inovasi ini diklaim ampuh memperkaya tanah dengan nutrisi dan menghindari sisa MBG terbuang percuma.

Direktur Bank Sampah dan Kompos SMPN 1 Banjarmasin, Diah, mengatakan langkah ini juga untuk menghindari pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Bantah Tunda Rapat Banggar, Sebut Ketua Rikval Tidak Konsisten

"Kalau dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) juga akan mubazir dan malah mencemari, jadi kami gunakan buat kompos," ujarnya, Senin (17/11/2025).

Caranya cukup sederhana. Para siswa diimbau membuang sisa makanan ke tempat sampah khusus organik.

Setelah dirasa cukup terkumpul, para pelajar bergotong royong membuangnya ke sejumlah titik komposter tanam yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Inflasi Kalimantan Selatan Merangkak Naik 3,11 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Telur

"Tujuannya sisa makanan itu setelah membusuk jadi tanah kembali untuk menyuburkan tanaman di atasnya," terang Diah.

Diah mengatakan kebanyakan kompos berasal dari sisa MBG yang tidak habis dimakan siswa, seperti sayuran yang kondisinya sudah tidak layak hingga tulang ayam.

"Biasanya kalau berlendir pasti tidak dimakan. Kebetulan anak-anak ini kebanyakan tidak suka sayur, mungkin ada juga yang suka, tapi sering ditemukan berlendir," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Banjar Larang Galang Dana Berkedok 5 Rajab di Sekumpul, Berlaku H-3 hingga H+3 Momen

Hingga kini, total terdapat 20 titik pembuangan komposter tanam di lingkungan SMPN 1 Banjarmasin.

Program ini juga implementasi dari salah satu aspek penilaian Adiwiyata yang menerapkan lingkungan ramah dengan membekali warga sekolah pengetahuan dan kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup.

Sebagai informasi, program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah.

Baca Juga: Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Banjarmasin Juga Sering Diminta Ganti Bola Lampu dan Kubur Bangkai Kucing

Dengan mengolah sisanya menjadi kompos, sekolah tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga mengajarkan siswa nilai-nilai peduli lingkungan sejak dini. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Bank sampah sekolah #Makan Bergizi Gratis Banjarmasin #Kompos dari sisa makanan #Program Adiwiyata sekolah #SMPN 1 Banjarmasin inovasi