Setelah tahap pertama rampung dikerjakan sepanjang 900 meter dari Jembatan Simpang Ulin hingga Taher Square, kini giliran kawasan Sungai Gardu hingga Simpang Gatot yang disasar pada tahap kedua.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang dibiayai hibah World Bank.
Dengan total anggaran Rp209 miliar, proyek pengerjaannya bakal tuntas pada 2026. Namun sebelum dikerjakan, pemerintah harus memastikan satu hal, pembebasan lahan beres tanpa hambatan.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menegaskan seluruh Data Perhitungan Pergantian Tanah (DPPT) sudah dirampungkan secara detail.
“Datanya sudah lengkap, terperinci by name by address. Sekarang tinggal sosialisasi kepada pemilik tanah untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan,” jelasnya, Minggu (16/11/2025).
Tahap kedua bukan hanya menyentuh Gardu–Gatot, tapi juga diteruskan hingga Pasar Kuripan dan wilayah Japri Zam-Zam. Deretan kawasan padat penduduk ini menuntut pendekatan yang intens dan komunikasi yang tidak boleh putus.
Suri mengatakan pihaknya berharap proses pembebasan lahan berjalan sesuai jadwal.
“Kelancaran pembebasan lahan sangat menentukan agar konstruksi tidak mundur. Target 2026 tetap kita jaga,” tegasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menegaskan bahwa pembebasan lahan untuk proyek revitalisasi sungai dalam program NUFReP merupakan komitmen yang sudah melekat sejak awal. Karena proyek ini merupakan program lanjutan, ia menyatakan tidak ada alasan bagi pemko untuk menunda atau melemahkan prosesnya.
“Pembebasan lahan ini sudah menjadi komitmen pemerintah kota sejak awal. Karena NUFReP adalah program lanjutan, tentu kita harus menuntaskan tahapannya,” ujarnya.
Politikus PKB ini menekankan, kelancaran pembebasan lahan harus menjadi prioritas utama, sebab keberhasilan proyek yang sudah berjalan sangat bergantung pada bagian ini.
Baca Juga: Tanah Bumbu Harus Legawa di Peringkat Lima Porprov XII Kalsel 2025
“Ini harus diprioritaskan agar program yang sudah berjalan bisa terus berlanjut dan selesai tepat waktu, sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat,” tegasnya.
Pria yang biasa disapa Hakim ini juga menyampaikan bahwa manfaat proyek ini akan dirasakan langsung oleh warga Banjarmasin, terutama dalam upaya mengurangi risiko banjir dan peningkatan kualitas tata ruang kota.
“Revitalisasi sungai ini bukan pekerjaan kecil. Kalau selesai tepat waktu, dampaknya besar bagi kota Banjarmasin. Jadi kami di DPRD mendorong agar pembebasan lahannya tidak terkendala,” pungkas Hakim.
Editor : Sutrisno