Penghargaan tersebut diterima dalam acara Malam Apresiasi Festival Antasari 2025 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Fugo Banjarmasin, Jumat (14/11).
Adapun kategori penghargaan yang diraih yakni, Terbaik I Kategori Implementasi QRis Retribusi Daerah, Terbaik 1 Kategori Implementasi QRis Pajak Daerah, Terbaik 3 Katagori ASN Pengguna QRis dan Terbaik 3 Kategori Pejuang TP2DD atas nama Syarifah Allawiyah (Pegawai BPKAD Banjarbaru).
Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby mengaku bersyukur atas diraihnya empat penghargaan di Festival Antasari 2025 tersebut.
Ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi atas tercapainya prestasi ini.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair menyampaikan, Malam Apresiasi menjadi penutup rangkaian kegiatan Festival Antasari 2025 sekaligus momentum untuk memberikan penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi besar dalam keberhasilan penyelenggaraan festival.
“Kami yakin keberhasilan ini tidak lepas dari semangat kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama seluruh stakeholder," katanya.
Ia menyampaikan, Pemprov Kalsel menyadari bahwa transformasi digital adalah keniscayaan, sehingga langkah-langkah strategis terus didorong untuk memperkuat digitalisasi sistem pembayaran, memperluas inklusi keuangan, dan memajukan UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang tangguh dan berkelanjutan di Banua.
Dengan dukungan semua pihak, Pemprov Kalsel optimis Kalimantan Selatan akan semakin siap menuju masa depan ekonomi yang cerdas, modern, dan berkeadilan.
Editor : Sutrisno