BANJARMASIN - Abdul Basit tetap terjaga walaupun jam menunjukan sudah pukul 02.00 dini hari. Ia memastikan keluarganya tidur lelap di tengah kondisi banjir rob yang makin meninggi, Kamis (13/11/2025)
Warga Jalan Pembangunan Ujung, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin itu hanya rebahan di luar rumah, di atas barisan meja-meja yang ia buat dari kayu, tempatnya berjualan teh dan kue sehari-hari.
Sepanjang malam ia menunggu banjir rob berangsur-angsur turun agar bisa istirahat dengan perasaan tenang.
"Saya tidur, tapi baju saya basah, ternyata calap (tergenang, red). Rumah saya kebanjiran, jadi kadang was-was," ujarnya, menceritakan pengalaman sebelumnya.
Pengalaman ini hampir dirasakan keluarganya setiap menjelang pergantian tahun. Tak jarang, Basit harus berhati-hati dengan memastikan aliran listrik dalam kondisi mati agar menghindari kejadian buruk terjadi.
"Ada beberapa aliran listrik kadang harus dimatikan, khawatir setrum," bebernya.
Kawasan rumah Basit memang tergolong dataran rentan mengalami air pasang dan berdiri di atas jalur sungai.
BPBD Kota Banjarmasin bahkan memperkirakan kenaikannya bisa mencapai 40 centimeter di atas permukaan laut.
"Memang ini termasuk salah satu yang terparah jika air pasang rob karena di sini datarannya rendah," jelas Andy Putra, Komandan Regu Giat Malam BPBD Banjarmasin yang saat itu melakukan pemantauan.
Akibatnya, dapur rumah Basit jadi tempat yang lebih dulu tenggelam. Selain itu, juga tampak bercak berwarna coklat di dinding tanda genangan pernah merembes hingga seluruh rumah.
Editor : Fauzan Ridhani