BANJARMASIN - Upaya Pemko Banjarmasin mengeruk sungai demi menanggulangi banjir malah menimbulkan masalah baru. Karung-karung lumpur hasil pengerukan menumpuk di trotoar Jalan Ahmad Yani KM 2, menghalangi pejalan kaki. Pemandangan ini sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir.
"Trotoar jadi tidak bisa dipakai jalan. Bahkan ada yang jalan kaki sampai ke jalan raya karena karungnya kebanyakan dan menghalangi," keluh Ega, warga sekitar, Rabu (12/11).
Selain menghalangi pejalan kaki, tumpukan karung juga menimbulkan bau tak sedap. Kondisi trotoar pun becek dan kotor.
"Kalau pun sementara, sebaiknya cepat diangkut saja. Jangan dibiarkan begitu lama," imbuhnya.
Hal serupa diungkapkan Mimin, warga lainnya. Ia mengatakan tumpukan karung lumpur itu tidak pernah benar-benar habis, meski ada truk yang datang mengangkut.
"Selalu diangkut, tapi tidak semua. Jadi lama-lama ditambah lagi dengan karung baru. Makanya terus menumpuk," ujarnya.
Merespons keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Dijelaskannya, karung-karung itu merupakan imbas pengerukan sungai untuk menanggulangi banjir. Lumpur yang diambil dari sungai kecil di sepanjang Jalan Ahmad Yani harus dikeringkan lebih dulu sebelum diangkut.
"Kalau langsung diangkut, lumpur masih bercampur air dan tidak bisa dihitung volumenya. Karena itu perlu waktu untuk mengeringkan," jelasnya, kemarin.
Namun dia memastikan, setelah pengerjaan selesai, semua karung lumpur akan segera diangkut. "Ditargetkan Desember sudah bersih. Ini bagian dari perawatan rutin sungai, terutama di titik-titik yang sedimentasinya tinggi," ujarnya.
Pengerukan dilakukan secara manual maupun menggunakan alat berat, tergantung kondisi lokasi. Pembersihan dilakukan di kedua sisi Jalan Ahmad Yani, dari kilometer 2 hingga 6.
Suri menyebut sedimen lumpur hasil pengerukan itu bisa dimanfaatkan masyarakat jika dibutuhkan. "Boleh diminta, tapi harus jelas volumenya dan dikoordinasikan dulu," pesannya.
PUPR juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menentukan lokasi pembuangan sedimen.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. "Kalau masih banyak sampah yang dibuang ke sungai, ya percuma. Kita keruk tiap tahun pun akan tetap banjir," pungkas Suri.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief