BANJARMASIN – Data Terpadu Kesejahteraan Sosial alias DTKS di Banjarmasin kembali diperbaharui. Update data kemiskinan itu guna memastikan bansos yang turun nanti benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin, Nuryadi mengatakan, selain verifikasi penerima manfaat, pihaknya juga melakukan evaluasi tahunan.
"Setiap tahun kami evaluasi data penerima manfaat. Sesuai arahan pemerintah pusat, verifikasi data dilakukan setiap tiga bulan sekali agar data selalu mutakhir," ucap Nuryadi, Ahad (9/11).
Pergerakan angka DTKS pun tak pernah statis. Tahun ini, jumlah warga yang tercatat dalam DTKS di Banjarmasin berada di angka 15 ribu lebih.
Jumlah itu bergerak mengikuti perubahan kondisi sosial dan ekonomi, bisa bertambah, tapi ada pula yang dicoret. "Tahun 2025 ini, jumlah DTKS mengalami peningkatan," ujarnya mengakui.
Proses penyisiran penerima bansos ini dilakukan dengan pola persuasif. Petugas lapangan menggandeng aparat kelurahan, RT, hingga kader sosial.
Demi memastikan penerima benar-benar masuk kategori layak, bukan yang sudah meninggal, pindah domisili, ataupun ekonominya telah membaik
Dinsos juga meminta masyarakat berperan aktif. Bila ada warga yang sudah tidak pantas menerima bansos, tapi masih tercatat dan menikmati bansos, sejatinya bisa dilaporkan.
"Data sosial itu hidup dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga keakuratan serta menjamin keadilan dalam penyaluran bansos," pungkas Nuryadi.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief