Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pelebaran Jalan Tembus Mantuil Dimulai, Masih Ada Warga Bertahan

Endang Syarifuddin • Kamis, 6 November 2025 | 13:37 WIB
Pelebaran Jalan Tembus Mantuil mulai dikerjakan. Meski begitu, pengerjaan masih belum bisa optimal, mengingat ada beberapa rumah yang belum bisa dibongkar lantaran belum ada kesepakatan harga.
Pelebaran Jalan Tembus Mantuil mulai dikerjakan. Meski begitu, pengerjaan masih belum bisa optimal, mengingat ada beberapa rumah yang belum bisa dibongkar lantaran belum ada kesepakatan harga.

BANJARMASIN – Pekerjaan pelebaran Jalan Tembus Mantuil sudah dimulai.

Satu per satu rumah di sepanjang jalur itu sudah dibongkar pemiliknya.

Lahan pun mulai terbuka. Tapi, proyek bernilai Rp800 jutaan milik PUPR itu belum bisa berjalan mulus.

Sebab masih ada rumah yang belum bisa dibongkar.

Ini yang bikin PUPR belum bisa tancap gas. Maklum, ruas itu termasuk jalur padat.

Bukan cuma warga lokal yang lalu lalang di kawasan tersrbut, tapi juga truk perusahaan yang ingin cepat keluar ke arah Tol Basirih dan Jalan Lingkar Selatan.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah bilang, progres pekerjaan pelebaran tetap berjalan.

Pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekira Rp800 juta untuk eksekusi lapangan pada 2025 ini.

“Pelebaran ini penting. Biar arus lancar. Karena lalu lintas di situ sangat padat,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Soal bangunan yang belum dibongkar, ia memastikan tetap aka ln menempu pendekatan secara persuasif.

Bahkan sudah ada penawaran nominal ganti rugi. Tapi belum ada kesepakatan.

“Alasannya, harga ganti rugi yang kami tawarkan belum cocok,” bebernya.

Padahal, PUPR mengklaim appraisal sudah jelas dan sesuai acuan penilaian bangunan. Pembayaran pun sudah tersedia.

“Pembayaran pembebasan lahan telah dilakukan. Bisa saja masyarakat membongkar secara mandiri. Tapi masih ada yang belum sesuai penawaran,” ucapnya.

PUPR pun akan terus kembali melakukan pendekatan untuk membicarakan sampai semua tuntas.

“Soalnya ini buat kepentingan umum,” pungkas Suri.

Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar mengingatkan bahwa proses pembebasan lahan tetap harus dijalankan secara manusiawi dan adil.

“Kami mendukung pelebaran ini. Tapi jangan sampai ada kesan pemaksaan. Nilai kompensasi harus benar-benar sesuai harga wajar di lapangan,” tekannya.

Politikus muda Partai Golkar ini memastikan Komisi III akan turun memantau progresnya, baik dari sisi teknis maupun sosial.

“Kami ingin proyek ini berjalan tepat sasaran, rapi, dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat,” ungkap Ridho.

Editor : Arif Subekti
#warga #rumah #jalan #banjarmasin #Tembus #Jalur #dibongkar #lahan