BANJARMASIN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banjarmasin bakal punya peluang untuk mengembangkan usahanya.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja sedang menyiapkan program pendanaan usaha bernama Bamara yang siap diluncurkan dalam waktu dekat.
Skema ini menggandeng bank daerah dan menggunakan instrumen kredit usaha rakyat (KUR) dengan total plafon Rp 3 miliar.
Kepala Diskopumker Banjarmasin, Isa Ansari mengatakan program ini dirancang sebagai kendaraan akses pembiayaan yang lebih dekat dengan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan meningkatkan kapasitas produksi usahanya.
"Program ini akan kami luncurkan untuk membantu para UMKM yang ingin mengembangkan usahanya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/11).
Besaran pinjaman maksimal yang dapat diajukan mencapai Rp 50 juta, dengan bunga mengikuti standar KUR di bank lainnya. Namun tidak seluruh UMKM bisa langsung dibantu. Ada prioritas, yakni pelaku yang sudah menjadi bagian dari binaan Urban Incubator Diskopumker.
"Pastinya tetap ada persyaratan. Minimal harus memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Untuk pelaku usaha olahan juga wajib memiliki sertifikat halal," tegas dia.
Ia berharap kehadiran Bamara tidak hanya menjadi program di atas kertas, namun benar-benar terserap maksimal oleh pelaku usaha. Dengan begitu, ekonomi di Banjarmasin bisa semakin bergeliat.
"Insyaallah sesegeranya program ini diluncurkan agar bisa dimanfaatkan para UMKM yang perlu permodalan untuk usahanya," tutup Isa.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief