Dari 247 apotek yang terdata di Kota Seribu Sungai, baru enam yang tercatat rutin melakukan tera dan tera ulang timbangan ke Disperdagin.
Kondisi ini membuat Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, angkat suara. “Artinya masih banyak yang belum sadar betapa vitalnya ketepatan timbangan obat ini,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Hal itu juga terlihat ketika pihaknya menggelar sosialisasi tera timbangan elektrik sektor apotek baru-baru tadi, dari 50 apotek yang diundang hanya beberapa saja yang hadir.
Ia menuturkan, pihaknya tidak bisa mengundang semua apotek sekaligus. Meski begitu, para apoteker maupun pemilik apotek yang hadir dalam sosialisasi diharapkan dapat menjadi penyambung edukasi ini kepada rekan lainnya.
Pria yang biasa disapa Tezar ini mengungkapkan, sejak 2024 layanan tera ulang sudah nol rupiah alias gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Jadi tidak ada alasan untuk tidak datang tera. Gratis. Ini murni demi perlindungan konsumen. Karena satu timbangan saja yang tidak akurat, risikonya bisa fatal,” terangnya.
Dia mengingatkan keras, jangan pernah menyepelekan akurasi timbangan di apotek. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar angka, tetapi nyawa pasien. Karena itu setiap alat ukur dan timbang wajib tera tiap tahun.
“Dosis obat itu bukan main-main. Kalau meleset sepersekian mili, itu bisa mempengaruhi efektivitas dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Dikatakan bahwa Disperdagin juga tidak hanya menunggu. “Kami akan turun random check. Kami ingin memastikan benar-benar alat timbang yang digunakan itu sah dan tersertifikasi,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa, Banjarmasin sendiri sudah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan RI. Namun capaian itu akan percuma bila sektor yang paling riskan apotek masih ada yang abai.
“Jadi tolong, ini bukan sekadar administratif. Ini soal moral kemanusiaan dan keselamatan pasien,” tandas Tezar.
Editor : Sutrisno