BANJARBARU — Kota Banjarbaru dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan deras, berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, dan visibilitas rendah menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
Meski cuaca berpotensi mengganggu penerbangan, pihak Bandara Internasional Syamsudin Noor memastikan operasional sejauh ini masih berjalan normal. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menyatakan belum ada jadwal penerbangan yang tertunda akibat cuaca buruk.
Dia menegaskan, jarak pandang untuk penerbangan masih aman. “Operasional bandara hingga saat ini berjalan normal dan terkendali,” ujarnya, Selasa (11/4).
Zulfian menambahkan, prosedur keselamatan penerbangan tetap diterapkan secara ketat. Dalam kondisi ekstrem, keputusan penundaan atau penyesuaian jadwal dilakukan oleh maskapai berdasarkan koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Otoritas Bandar Udara.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang,” imbuhnya.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang agar memantau informasi jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing dan memperhatikan pengumuman resmi dari bandara jika terjadi perubahan akibat cuaca.
Sisi lain, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra, menyebut gangguan paling berisiko terjadi saat fase lepas landas dan pendaratan. “Karena dapat mengganggu jarak pandang atau visibilitas. Angin kencang dan sambaran petir juga bisa membahayakan penerbangan,” ujarnya, Selasa (4/11).
Dalam kondisi tertentu, pesawat dapat diminta menunda keberangkatan hingga cuaca membaik. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah Banjarbaru pada awal November tercatat 90–120 milimeter per dasarian (sepuluh hari), dengan peluang hujan 40–60 persen. Hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi hampir setiap hari, terutama pada sore dan malam.
“Intensitas hujan cukup sering karena sekarang sudah masuk puncak musim hujan di bulan November,” tambah Bayu.
BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku transportasi untuk selalu mengakses informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG. “Informasi yang akurat sangat penting agar aktivitas bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini,” tegasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief