Ketua DMI Kota Banjarmasin M Rizali Yani menjelaskan, rakerda ini bukan sekadar formalitas. Setiap bidang akan membahas, merumuskan, lalu diplenokan menjadi arah kebijakan dan program yang realistis untuk diterapkan selama satu periode.
"Kita di daerah adalah perpanjangan tangan DMI Pusat yang dipimpin Pak Jusuf Kalla. Maka setiap rumusan kebijakan akan kita kuatkan di pleno untuk kita realisasikan di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Lima bidang yang akan menggodok program meliputi komisi pendidikan dan keorganisasian, dakwah dan syiar, pengembangan IPTEK dan SDM, komunikasi antarlembaga, hingga pembinaan keluarga sakinah dan pendidikan keluarga.
Salah satu fokus DMI Kota ke depan adalah meredam polemik keuangan masjid. Ribut dana keuangan masjid menurutnya bukan sekadar uang receh, melainkan ranah kepercayaan yang diberikan umat.
"Uang masjid itu bukan uang pengurus, itu uang umat. Pengurus hanya mengelola titipan," tegasnya.
Baca Juga: Dari Banjarbaru Mural Festival, setiap Goresan Bukan Sekadar Warna
Karena itu, akan dibuat pelatihan lanjutan manajemen keuangan masjid, seperti pernah dilaksanakan di periode sebelumnya, agar setiap masjid punya sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan tak menyulut friksi internal jamaah.
"Karena itu sering memicu ketidaknyamanan di masjid. Ke depan, uang ini jangan diendapkan. Harus digunakan untuk kemaslahatan masjid dan jamaah sekitar," katanya.
Soal kerja sama perbankan syariah, DMI Kota juga bergerak. Selama ini memang ada kemitraan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Ke depan, pintu akan dibuka lebih lebar.
Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, YBM PLN Berikan Bantuan usaha untuk Kelompok Peternakan Ayam
"Kita akan perluas kerja sama dengan bank syariah yang lain," tandasnya.
Ketua DMI Kalsel H Hadimi usai melantik menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus DMI Kota Banjarmasin yang baru. Ia menekankan, setelah hari ini jangan menunggu momentum.
"Program yang sudah direncanakan harus langsung berjalan. Saya berharap rakerda nanti melahirkan program yang menyentuh kebutuhan jamaah, bukan hanya dokumen yang disimpan dalam map," ujarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, YBM PLN Berikan Bantuan usaha untuk Kelompok Peternakan Ayam
Hadimi menegaskan, DMI adalah garda terdepan peningkatan kualitas masjid. Fokus mereka adalah pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno