Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Stroke Capai 743, Dorong Warga Banjarmasin Terapkan Hidup CERDIK

Endang Syarifuddin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:13 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Muhammad Ramadhan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Muhammad Ramadhan.

BANJARMASIN - Kasus stroke di Kota Banjarmasin terus menanjak.

Berdasarkan laporan fasilitas kesehatan hingga September 2025, tercatat 743 warga terserang penyakit yang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan itu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) pun mengimbau masyarakat segera menerapkan pola hidup CERDIK sebagai langkah pencegahan.

Plt Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan angka tersebut merupakan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas di kota ini.

Kondisi itu menjadi alarm bahwa ancaman Penyakit Tidak menular (PTM) kian nyata dan perlu mendapat perhatian serius.

“Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Karena itu penting bagi masyarakat mengenali gejalanya sejak dini dan segera bertindak,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Peringatan Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap 29 Oktober juga menjadi momen bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema Every Minute Counts atau Setiap Menit Berharga.

“Tema ini menyoroti pentingnya bertindak cepat. Penanganan yang tepat waktu dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko kecacatan,” terangnya.

Ia menjelaskan, dinkes terus mengedukasi masyarakat agar mengenali tanda-tanda awal stroke melalui kampanye FAST, yaitu:
F (Face Drooping) - Wajah terkulai,
A (Arm Weakness) - Lengan melemah, S (Speech Difficulties) - Kesulitan berbicara, T (Time to Act) - Waktu untuk bertindak segera.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak awal sangat penting karena waktu penanganan menjadi faktor penentu keselamatan pasien.
“Setiap menit berharga, jangan tunggu parah baru berobat,” tegasnya.

Selain deteksi dini, ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk menekan risiko stroke dan penyakit tidak menular lainnya.

Dinkes pun menggencarkan kampanye CERDIK PTM, singkatan dari, C - Cek kesehatan secara teratur, E - Enyahkan asap rokok, R - Rajin aktivitas fisik, D - Diet seimbang, I - Istirahat cukup, K - Kelola stres.

“Dengan menerapkan CERDIK PTM, kita bisa mengurangi risiko penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap, kesadaran hidup sehat ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga dan tempat kerja. Sebab, pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan.
“Kalau sudah kena stroke, penyesalan datang belakangan. Mulailah dari langkah kecil, cek kesehatan, olahraga, dan jauhi rokok,” tutup Ramadhan.

Editor : Arif Subekti
#banjarmasin #Kasus #Laporan #kesehatan #stroke #terserang