BANJARMASIN — Cuaca tak menentu belakangan ini, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin mengibarkan bendera waspada wabah demam berdarah dengue (DBD).
"Secara umum kondisi kesehatan masyarakat masih stabil, tapi kami minta warga jangan abai. Musim hujan biasanya diikuti peningkatan kasus penyakit DBD, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), dan diare," ujar Plt Kepala Dinkes Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, Selasa (28/10).
Menurutnya, kondisi kelembapan tinggi dan genangan air menjadi tempat ideal berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Pada waktu bersamaan, perubahan cuaca ekstrem menurunkan daya tahan tubuh warga.
"Kami terus melakukan pemantauan mingguan melalui laporan Sistem Kewaspadaan Dini Respon (SKDR) agar tak terjadi lonjakan signifikan," jelasnya.
Ramadhan menyebut, wilayah padat penduduk dan kumuh menjadi daerah paling rawan. Petugas diminta rutin melakukan survei jentik dan melibatkan warga lewat gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan menabur larvasida).
"Fogging hanya bila ada kasus positif, tapi bukan solusi utama. Pencegahan dari lingkungan jauh lebih efektif," tegasnya.
Pemko Banjarmasin sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 400.7.9.2/439/P2P/Dinkes tentang Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta edaran lain Nomor 400.7.8.3/496/P2P/Dinkes terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ISPA.
Pria yang sekarang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin ini menyatakan seluruh puskesmas kini disiagakan, jika ada warga yang diduga terserang DBD.
"Kami sudah siapkan tenaga medis, cairan infus, dan alat laboratorium dasar. Bila ada kasus berat, bisa langsung dirujuk lewat ambulans gratis ke rumah sakit," ujarnya.
Selain DBD, penyakit seperti ISPA, leptospirosis, dan infeksi kulit akibat air kotor juga mulai meningkat. Dinkes mengimbau warga agar tidak bermain atau mencuci di air banjir, serta merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
"Kalau demam tinggi tak turun dua hari, segera periksa ke puskesmas. Jangan tunggu parah. Untuk diare, cukupkan cairan agar tidak dehidrasi," pesannya.
"Musim hujan memang berisiko, tapi dengan kesadaran kita bisa mencegah penularan penyakit. Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," tutup Ramadhan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief