Informasi yang dihimpun, tampak larva berwarna putih bergerak di lauk dan sayur yang disajikan dalam wadah (ompreng). Sebagian siswa diketahui telah mengonsumsi makanan tersebut sebelum temuan itu diketahui.
Kepala SMPN 10 Banjarbaru Moh Zaid Setiawan membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan insiden terjadi saat pembagian menu MBG pada jam istirahat pertama.
Baca Juga: YABN Gelar Pelatihan Kader Posyandu, Perkuat Pencegahan Stunting di Balangan
"Menu MBG anak-anak saat itu hamburger. Didapati juga belatung di dalam daging hamburger," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, laporan pertama datang dari salah satu siswa kelas VII. Padahal sebelum dibagikan, pihak sekolah telah melakukan pemeriksaan sampel acak oleh guru.
"Hanya sebagian, tidak semua menu MBG ada belatungnya," jelasnya.
Baca Juga: Pemko Banjarmasin Terbitkan Surat Edaran Waspada DBD, ISPA, dan Diare Jelang Musim Hujan
Sebagai langkah antisipasi, sekolah menghentikan sementara pembagian MBG dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada dapur pusat penyedia layanan.
"Sudah kami laporkan, dan sementara ini siswa-siswi tidak menerima menu MBG," tambahnya.
Untuk mencegah dampak kesehatan, pihak sekolah juga memberikan susu steril kepada siswa yang sempat mengonsumsi makanan itu. Hingga kini, tidak ada laporan keluhan sakit maupun gejala keracunan.
"Alhamdulillah, tidak ada keluhan sakit atau tanda-tanda keracunan," kata Zaid.
Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di TK Negeri Pembina Liang Anggang pada hari yang sama.
Salah satu wali murid, Yarina, mengaku khawatir atas temuan itu dan meminta pemerintah memperketat pengawasan kualitas makanan program MBG.
"Untungnya belum sempat dibagikan ke anak-anak. Tapi peristiwa ini membuat kami para orang tua jadi cemas," ucapnya.
Sementara hasil pantauan di lapangan menunjukkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Caraka Ujung, Landasan Ulin Utara yang diduga menjadi penyedia MBG untuk dua sekolah tersebut telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru.
Distribusi dari dapur itu dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi dan pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Wajah Baru Nasionalisme di Banua, Dari Ikrar ke Gerakan Nyata
"Beberapa sampel menu makanan sudah kami kirim ke laboratorium. Untuk sementara, pelayanan dapur SPPG dihentikan dulu," ujar salah satu petugas SPPG yang enggan disebutkan namanya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno