"Secara umum kondisi kesehatan masyarakat masih stabil, tapi kami minta warga jangan abai. Musim hujan biasanya diikuti peningkatan kasus penyakit DBD, ISPA, dan diare," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, kondisi kelembapan tinggi dan genangan air menjadi tempat ideal berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Sementara perubahan cuaca ekstrem turut menurunkan daya tahan tubuh warga.
"Kami terus melakukan pemantauan mingguan melalui laporan Sistem Kewaspadaan Dini Respon (SKDR) agar tak terjadi lonjakan signifikan," jelasnya.
Ramadhan menyebut, wilayah padat penduduk dan banyak genangan air menjadi daerah paling rawan. Petugas diminta rutin melakukan survei jentik dan melibatkan warga lewat gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan Menabur larvasida.
"Fogging hanya langkah fokus bila ada kasus positif. Tapi bukan solusi utama. Pencegahan dari lingkungan jauh lebih efektif," tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemko Banjarmasin telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 400.7.9.2/439/P2P/Dinkes tentang Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, serta edaran lain Nomor 400.7.8.3/496/P2P/Dinkes terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ISPA.
Pria yang kini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin ini menyatakan seluruh puskesmas disiagakan jika ada warga yang diduga terserang penyakit berbahaya ini.
"Kami sudah siapkan tenaga medis, cairan infus, dan alat laboratorium dasar. Bila ada kasus berat, bisa langsung dirujuk lewat ambulan gratis ke rumah sakit," ujarnya.
Baca Juga: Wajah Baru Nasionalisme di Banua, Dari Ikrar ke Gerakan Nyata
Selain DBD, penyakit seperti ISPA, leptospirosis, dan infeksi kulit akibat air kotor juga mulai meningkat. Dinkes mengimbau warga agar tidak bermain atau mencuci di air banjir, serta merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
"Kalau demam tinggi tak turun dua hari, segera periksa ke puskesmas. Jangan tunggu parah. Untuk diare, cukupkan cairan agar tidak dehidrasi," pesannya.
Musim hujan memang berisiko, tetapi dengan gotong royong dan kesadaran bersama, penularan penyakit bisa dicegah.
"Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," tutup Ramadhan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno