Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Soal Puluhan Siswa SMPN 33 Banjarmasin Mendadak Diare, Pemko Akan Panggil Penyedia MBG

Endang Syarifuddin • Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:33 WIB

WAWANCARA: Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)
WAWANCARA: Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN– Pemko Banjarmasin tak mau berspekulasi soal penyebab puluhan siswa SMPN 33 yang mendadak terserang diare massal, Rabu (21/10) pagi. 

Wali Kota Muhammad Yamin akan memanggil penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) untuk dimintai klarifikasi.

“Semua harus dicek ulang. Kita akan panggil pihak penyedia MBG dan SPPG, kita kroscek bagaimana kondisi di tempat produksinya, bagaimana proses penyajiannya. Kita harus pastikan semuanya sesuai standar,” tegas Yamin kepada Radar Banjarmasin, Rabu (22/10/2025).

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini, langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas program MBG yang merupakan program nasional dari pemerintah pusat. Kejadian ini harus dijadikan evaluasi serius agar tidak terulang di sekolah lain.

“Kita tidak mau program baik ini tercoreng hanya karena kelalaian teknis di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemko sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menelusuri penyebabnya. Bahkan, tim kesehatan telah mengambil sampel makanan dan air minum untuk dilakukan uji klinis dan kimia.

“Kita tunggu hasil laboratoriumnya dulu, baru bisa bicara soal penyebab,” katanya.

Selain itu, ia juga memberi peringatan keras kepada seluruh penyedia MBG agar disiplin dalam pengolahan dan waktu penyajian makanan. Jangan sampai dimasak pada malam hari lalu disajikan siang keesokan harinya

“Masak malam, sajikan siang, itu tidak boleh. Makanan bisa berubah kualitasnya kalau terlalu lama dibiarkan,” tegasnya.

Ia menekankan, guru dan pihak sekolah juga harus lebih aktif mengawasi proses pembagian MBG. “Guru menjadi leading sector di sekolah. Mereka yang harus memastikan MBG yang diterima anak-anak masih layak konsumsi,” pungkas Yamin.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Mbg