Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi menjelaskan, kebakaran diketahui pertama kali oleh seorang warga bernama Rahman (43), yang melintas di depan sekolah sekitar pukul 18.30 Wita.
"Ia melihat cahaya terang dari dalam bangunan yang awalnya dikira lampu, namun setelah diperhatikan ternyata api sudah membesar di ruang guru," ungkap Kardi.
Lantas, Rahman langsung meminta pertolongan warga sekitar. Salah satu pengendara ojek online, Sugiono (40), yang kebetulan melintas juga ikut membantu memberi tahu warga lain dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
"Sekitar 20 menit kemudian, petugas gabungan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) setempat tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api," sebutnya.
Baca Juga: 71 PPPK Paruh Waktu Tanah Laut Dibatalkan Kelulusannya, Mayoritas Tak Lengkapi Berkas
Kepolisian Polres Banjarbaru melalui anggota Identifikasi Sat Reskrim pun sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (21/10/2025) pagi.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan, api diduga kuat berasal dari arus pendek listrik (korsleting) di bagian tengah plafon ruang guru," ucapnya.
Bangunan yang terbakar berukuran 7 x 13 meter, dengan material utama berupa dinding bata, rangka kayu, dan atap seng.
Hampir seluruh isi ruangan ludes terbakar, termasuk 9 kipas angin, 1 kulkas dua pintu, dispenser, mixer, dua unit pengeras suara, 15 meja dan kursi kayu, serta lemari berisi tumpukan rapor siswa.
Baca Juga: Karya Kreatif Rumah Jahit DZ Martapura, Produksi Busana Hingga Diekspor ke Australia
Petugas juga menemukan instalasi kabel listrik yang sudah lapuk dan bercabang banyak, menggunakan kabel serabut kecil berukuran 1 mm.
"Kondisi itu diperparah dengan usia bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an dan belum pernah mengalami peremajaan instalasi listrik," cetusnya.
Polisi mengimbau agar pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan peremajaan seluruh instalasi listrik demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Baca Juga: Ruang Guru SDN 2 Kemuning Terbakar, 252 Rapor Siswa Hangus, Sekolah Diliburkan Sementara
Sementara itu, Kepala Sekolah Dwi Timorita (46) membenarkan bahwa sebelum kejadian, bangunan sekolah sudah dalam keadaan terkunci, baik pintu, jendela, maupun pagar.
"Tidak ada orang di dalam area sekolah saat api muncul," jelasnya kepada petugas.
Diketahui, insiden ini merupakan kebakaran kedua di SDN 2 Kemuning dalam kurun waktu satu tahun.
Baca Juga: Satpol PP HST Amankan Dua Penebar Amplop Asal HSU Berkedok Sumbangan Masjid
Pada tahun 2024, kebakaran juga sempat melanda gudang alat olahraga dan rumah dinas guru, yang juga diduga disebabkan oleh korsleting listrik. (*)
Editor : M. Ramli Arisno