Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tindak Lanjut Keracunan Massal Program MBG di Martapura, Dinkes Kalsel Lakukan Ini

M Oscar Fraby • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:18 WIB

KERACUNAN MBG: Petugas medis RSUD Ratu Zalecha Martapura saat menangani siswa yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10).
KERACUNAN MBG: Petugas medis RSUD Ratu Zalecha Martapura saat menangani siswa yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10).

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kalsel bergerak cepat melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan di sekolah. 

Ini setelah terjadinya insiden keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura, Kabupaten Banjar. 

Tim Dinkes langsung turun ke lapangan meninjau sekolah terdampak, serta memeriksa dapur pengolah makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan bahan baku dan proses pengolahan makanan yang disajikan kepada siswa. 

“Kami sudah melihat langsung situasinya, dan bertemu dengan pengolah makanannya. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala berarti. Namun tetap harus kita evaluasi,” ujar Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin.

Ia menegaskan, Dinkes telah mengambil sampel makanan, serta sampel dari anak-anak yang sempat mengalami gejala keracunan. 

Seluruhnya kini tengah diuji di laboratorium kesehatan daerah. 

“Kita menunggu hasil uji laboratorium. Setelah keluar, baru bisa dipastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kalsel berencana menggelar inspeksi mendadak ke dapur-dapur pengolah makanan di berbagai sekolah. 

Inspeksi ini akan dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM/BGN), dengan fokus pada kebersihan dapur, penyimpanan bahan makanan, dan kelayakan alat masak. 

“Tujuan kami sederhana, tapi penting. Memastikan makanan yang sampai di tangan anak-anak benar-benar aman. Kita tidak ingin ada lagi kejadian serupa,” tegas Diauddin.

Dinkes juga mengingatkan seluruh pihak sekolah, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga petugas dapur agar lebih teliti dalam setiap tahap pengolahan makanan. 

“Cek makanan sebelum dibagikan. Pengawasan harus dilakukan bersama,” pesannya.

Program MBG dinilai memiliki tujuan mulia. 

Memastikan anak-anak sekolah di Kalsel tumbuh sehat dan kuat. 

Namun, Diauddin menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen semua pihak untuk menjaga mutu dan keamanan pangan. 

“Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebanyak ratusan siswa dari berbagai sekolah di Martapura dilaporkan mengalami gejala keracunan, dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ratu Zalecha. 

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi pelaksanaan program MBG. 

Meski bertujuan mulia, mesti harus dijalankan dengan standar keamanan tinggi.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Sekolah #Keracunan #dinkes #Banjar #bpom #Mbg