Kegiatan ini untuk memperkuat sinergi dan komitmen menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kabinda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, pejabat utama Polda, serta perwakilan dari sejumlah platform transportasi daring.
Seperti Gojek, Grab, Shopee Food, Maxim, Driver Online Kalsel Bersatu, dan 500 driver ojek online (ojol).
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, deklarasi ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan kolaborasi antara aparat kepolisian dan komunitas ojol.
Tujuannya, menjaga kamtibmas serta keselamatan berlalu lintas.
"Deklarasi ini bukan hanya simbolis, tapi langkah nyata memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keselamatan di jalan," ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto.
Kapolda menambahkan, situasi kamtibmas di Kalimantan Selatan saat ini tergolong aman dan kondusif.
Angka kejahatan relatif kecil, dan angka kecelakaan lalu lintas turun 35 persen, terutama kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Angka kejahatan relatif kecil, dan angka kecelakaan lalu lintas turun 35 persen, terutama kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia," jelasnya.
Dalam deklarasi tersebut, para driver online menyatakan lima komitmen utama.
Di antaranya siap bekerja sama dengan Polri menjaga kamtibmas, menaati hukum dan peraturan, mendukung budaya tertib berlalu lintas, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Selain pembacaan deklarasi, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial dan bakti kesehatan. Berupa pemberian paket sembako, pemeriksaan kesehatan, dan donor darah.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan damai di wilayah Kalimantan Selatan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno