Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gubernur Kalsel Minta Penyedia MBG Perketat Kebersihan Usai Puluhan Siswa Keracunan

Sheilla Farazela • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:29 WIB

ATENSI: Gubernur Kalsel H Muhiddin saat memberikan pernyataan soal keracunan MBG.
ATENSI: Gubernur Kalsel H Muhiddin saat memberikan pernyataan soal keracunan MBG.
BANJARBARU - Kasus dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kabupaten Banjar mendapat perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin.

Ia meminta seluruh penyedia makanan memperketat kebersihan dan memastikan kualitas sajian agar layak dikonsumsi.

"Kalau keracunan MBG ini kan macam-macam permasalahannya. Tapi yang jelas, penyedia MBG harus menyiapkan pembersih dan membersihkan tempat nasinya, terutama di tempat orang jual. Jadi ini harus kita samakan dulu," ujar H Muhidin di Banjarbaru, Jumat (10/10).

Baca Juga: Dinas PUPR Banjarmasin Tambal Jalan Berlubang Setiap Hari, Pakai E-Lapor untuk Respon Cepat

Menurutnya, Polda Kalsel juga telah mengeluarkan arahan agar seluruh penyedia makanan menggunakan bahan pembersih sesuai standar yang ditetapkan.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

"Kalau masih ada masalah, mungkin karena kualitas makanannya. Apakah dibuat terlalu pagi, atau gara-gara alat masaknya, itu juga harus diperhatikan," tambahnya.

Baca Juga: Museum Balangan Dapat Restu Legislatif, Siap Masuk Prioritas Anggaran

Terkait tindak lanjut dari pemerintah provinsi, Muhidin menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Ia menilai, persoalan keracunan MBG bukan hanya terjadi di Kalsel, tetapi juga di beberapa daerah lain di Indonesia.

"Kita menunggu pemerintah pusat. Kalau pusat tidak ada gerakan, ya kita tetap. Tapi kalau ada instruksi dari pusat, apalagi kalau kasus ini terus berulang, kita akan pertimbangkan penutupan sementara," jelasnya.

Baca Juga: Sudah Lelah Berkonflik! Kader PPP Banjarmasin Lega Setelah Islah Nasional

Muhidin menegaskan, pengawasan terhadap proses penyajian makanan harus diperketat.

Jika ditemukan penyedia yang tidak memenuhi standar kebersihan atau pengolahan makanan, maka tindakan tegas bisa diambil.

"Kalau penyedia tidak memperhatikan masakan atau cara membersihkan tempat makannya tidak sesuai harapan, mungkin akan kita laksanakan penutupan sementara," tegasnya.

Baca Juga: ASN Tanah Laut Jadi Panutan Bayar Pajak Kendaraan, DPRD Beri Dukungan

Kasus keracunan MBG yang menimpa puluhan siswa ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya standar keamanan pangan dalam program pemerintah.

Penyedia makanan dituntut tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan higienitas.

Pemerintah provinsi akan terus memantau pelaksanaan MBG di lapangan. Koordinasi dengan Polda Kalsel, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait akan diperkuat untuk memastikan program berjalan aman dan bermanfaat bagi siswa.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sutikno Laporkan Kejari Balangan ke Komisi Kejaksaan RI dan Jaksa Agung

Dengan pengawasan ketat dan standarisasi yang jelas, diharapkan program MBG dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerima manfaat. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#keracunan MBG Kalsel #Gubernur Muhidin kebersihan #makanan bergizi gratis #siswa Banjar keracunan #standar keamanan pangan