Mereka akan diperbantukan di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang selama ini bergantung pada tenaga honorer.
Adapun formasi yang diusulkan terdiri dari 505 tenaga guru, 93 tenaga kesehatan, dan 1.285 tenaga teknis. Seluruhnya merupakan pegawai honorer yang belum berhasil lolos dalam seleksi tes PPPK penuh waktu.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan, proses penetapan dan pengangkatan PPPK paruh waktu ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Saat ini, ia sudah menandatangani lebih dari seribu berkas administrasi calon PPPK.
“Sudah banyak yang kami tanda tangani. Tapi masih ada beberapa nama dan syarat yang belum lengkap. Saya minta segera dilengkapi, supaya proses pengangkatan bisa cepat dilakukan,” ujar Yamin, Rabu (8/10) di Balai Kota.
Adapun besaran gaji PPPK paruh waktu, jelas Ketua DPC Partai Gerindra Kota Banjarmasin ini, akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, mengikuti standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Pemko menegaskan, penyortiran berkas dilakukan ketat sesuai ketentuan. “Kita sortir satu per satu. Jangan sampai ada yang tercecer atau tidak memenuhi syarat,” tegas Yamin.
Langkah ini menjadi angin segar bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini menggantungkan nasib di instansi pemerintah. Jika proses berjalan lancar, pengangkatan PPPK paruh waktu ditargetkan bisa selesai sebelum akhir tahun anggaran.
Editor : Sutrisno