Dishub Banjar menyebutkan bahwa sistem pelacakan ini membuat masyarakat sudah bisa memantau posisi armada, jarak tempuh, hingga jadwal keberangkatan secara real-time melalui gawai. Tiga trayek yang sudah terkoneksi dengan sistem GPS tersebut antara lain. Trayek A1 dengan rute Halte SMP 1 Martapura – Pondok Pesantren Darul Hijrah. Trayek A2 dengan rute Alun-alun Ratu Zalecha (Raza) – Simpang Tiga Bincau Ujung. Trayek A3 dengan rute Simpang Tiga Bincau Ujung – Kecamatan Karang Intan.
Kepala Seksi Angkutan Umum Dishub Banjar, Muhammad Zuhdianshari menjelaskan bahwa sistem pelacakan berbasis GPS ini merupakan upaya meningkatkan efektivitas pengawasan, sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat. “Dengan adanya GPS ini, kita bisa memantau langsung keberadaan armada, memastikan kendaraan berjalan sesuai trayek, dan menyampaikan informasi akurat kepada pengguna,” ujarnya, Minggu (5/10) sore.
Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan Aplikasi Mitra Darat milik Kementerian Perhubungan. “Seluruh data pergerakan armada dapat diakses secara terpusat oleh pemerintah,” katanya.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Perhubungan Darat, Gusti Noor Hidayat menambahkan bahwa data yang dihasilkan sistem ini akan menjadi dasar penting dalam evaluasi kinerja armada dan perumusan kebijakan transportasi. “Data GPS sangat bermanfaat, bukan hanya untuk pengawasan, tetapi juga untuk analisis performa layanan. Ini langkah nyata transformasi digital sektor transportasi di Banjar,” ujarnya.
Dengan penerapan teknologi pelacakan tersebut, Dishub Banjar optimistis layanan Feeder Trans Intan Banjar akan semakin teratur, efisien, dan sesuai kebutuhan mobilitas warga.
Kini, penumpang tak perlu lagi menebak posisi angkutan. Cukup membuka ponsel, posisi armada bisa diketahui secara langsung di genggaman.
Inovasi ini juga disambut positif oleh para pengguna. Salah satunya adalah Nurhayati. Santriwati Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini rutin menggunakan angkutan feeder untuk berangkat dan pulang sekolah. Ia sangat terbantu dengan adanya fitur pelacakan tersebut.
“Dulu kami sering menunggu angkot lama, karena tidak tahu sudah sampai di mana. Sekarang lebih mudah karena bisa dipantau lewat ponsel. Jadi bisa mengatur waktu berangkat, supaya tidak terlambat ke sekolah dari Cindai Alus,” tuturnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief