BANJARMASIN – Retribusi pasar di Banjarmasin kini tak lagi memakai pembayaran uang tunai. Sejak Senin (29/9), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman mulai menguji sistem pembayaran digital lewat kartu tapcash BNI.
Namun, di lapangan tak semua pedagang bisa. Ada yang senang karena praktis, tapi ada juga yang mengeluh repot.
Wilna (45) misalnya, pemilik toko bangunan di salah satu pasar di Banjarmasin ini masih menyesuaikan diri dengan perubahan sistem ini. Ia terbiasa membayar retribusi harian secara tunai ketimbang menggunakan sistem digital.
Rp2 ribu per hari langsung dari laci toko. Kini, semua pembayaran itu harus dilakukan lewat kartu tapcash.
"Kalau dulu tinggal ambil uang dari laci, langsung bayar. Per hari Rp2 ribu. Sekarang kalau saldonya habis, harus ke ritel atau bank dulu buat mengisi," keluhnya.
Pedagang bahan bangunan ini juga mengaku belum sepenuhnya paham manfaat kartu itu. "Yang saya tahu cuma buat bayar retribusi saja. Jujur, menurut saya agak bikin repot," sambungnya.
Berbeda dengan Wilna, Anisa (25), pedagang sandal di Pasar Sudimampir, justru menyambut baik kebijakan ini. Baginya, sistem digital jauh lebih praktis.
"Nggak perlu repot cari uang receh. Tinggal tap saja, beres!" katanya.
Meski begitu, Aulia tak menampik masih ada tantangan. Orang tuanya yang sering menjaga toko, misalnya, belum terbiasa dengan teknologi. "Beliau gaptek. Tapi kalau diajari pelan-pelan, mungkin bisa saja," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura mengatakan program digitalisasi ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin.
Pihaknya menggandeng BNI sebagai mitra perbankan untuk mendukung transformasi pasar tradisional pasca pandemi.
"Setelah Covid-19, gaya hidup masyarakat berubah. Sistem pembayaran pun ikut bergeser. Kita harus bisa merespons perubahan itu," jelasnya.
Ia menyebut sistem digital ini jauh lebih efektif, karena proses penarikan retribusi (collecting) langsung tercatat secara realtime di sistem perumda dan terintegrasi.
"Selain untuk retribusi, ke depan tapcash juga bisa digunakan untuk pembayaran e-parking, masuk ke bandar, dan lainnya," tambahnya.
Sebanyak 499 kartu tapcash BNI telah diserahkan secara gratis kepada perwakilan pedagang. Nantinya, petugas perumda akan melakukan edukasi ke seluruh pedagang, mulai dari cara penggunaan hingga top up saldo.
Transformasi digital pasar tradisional memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu dan penyesuaian, terutama bagi pedagang yang belum terbiasa.
"Pelan-pelan kita beralih. Tidak bisa sekaligus. Kami akan terus evaluasi kendala di lapangan," tegas Abdan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief