BANJARMASIN – Presiden Prabowo Subianto berencana membagikan 330 ribu unit smart board ke sekolah-sekolah di Indonesia untuk mendigitalisasi pendidikan.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini memuji kebijakan itu. Ia menyebut ini lompatan besar dalam dunia pendidikan. Dengan teknologi papan pintar, metode pembelajaran diharapkan tak lagi konvensional.
"Harapan kita, anak-anak nanti tidak gaptek lagi. Karena sejak dini sudah akrab dengan teknologi," kata politikus Partai Gerindra itu, Rabu (24/9).
Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan guru. Menurutnya, secanggih apa pun perangkatnya, jika gurunya tidak siap, maka hasilnya akan percuma.
"Yang harus dipikirkan sekarang adalah gurunya. Mereka perlu pelatihan agar bisa mengajar dengan baik di era digital. Pendidikan kita sudah berbasis teknologi, tinggal bagaimana Dinas Pendidikan mengelola SDM yang ada," ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD akan mengawal program pengadaan smart board sekolah ini.
"Kalau memang bagus, tentu akan kita kawal. Karena ini bukan hanya soal alat, tapi investasi. Mereka (siswa) yang kelak jadi penerus," katanya.
Meski kontroversial, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti memastikan pusat sudah menyiapkan pelatihan bagi guru. Sebab, bantuan smart board juga harus disertai smart teacher.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief