Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gawi Sabumi, Jalan Panjang Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera

Endang Syarifuddin • Rabu, 24 September 2025 | 14:13 WIB
RAPAT PARIPURNA: Suasana khidmat Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Selasa (24/9/2025).
RAPAT PARIPURNA: Suasana khidmat Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Selasa (24/9/2025).

BANJARMASIN – Hampir lima abad sudah usia Kota Baiman ini berdiri. Di tengah gegap gempita peringatan hari jadi (Harjad), Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengingatkan jangan sampai momen bersejarah ini sekadar menjadi rutinitas seremonial. Harus dimaknai sebagai refleksi kolektif, bagaimana Banjarmasin tetap tegak dengan identitasnya sebagai Kota Seribu Sungai.

“Modernisasi boleh melaju, pembangunan boleh berlari. Tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Sungai adalah urat nadi kota ini. Kearifan lokal itu harus tetap kita jaga,” tegas Yamin saat ditemui usai gelaran puncak Harjad Banjarmasin.

Baginya, filosofi sungai bukan hanya soal air yang mengalir. Tetapi juga menyatukan semangat warga untuk gawi sabumi, bergotong royong demi tujuan bersama. “Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan. Itu kerja nyata, yang butuh tangan banyak orang, bukan hanya Pemko. Ada DPRD, ada stakeholder, dan tentu saja masyarakat sebagai penentu utamanya,” tambahnya.
Baca Juga: Berbagi Tips Sukses Hj Ananda di Obligasi Bank Kalsel

Ketua DPC Gerindra ini juga memaparkan beberapa fokus pembangunan diantaranya ekonomi, infrastruktur dan pendidikan. Misalnya soal pemerataan ekonomi dan pendidikan. Ia mengakui masih ada sekolah yang butuh renovasi. Karena itu, pendataan detail sedang dilakukan saat ini.

“Kami ingin database yang rapi. Dari sana, prioritas akan jelas. Prinsipnya sederhana, kepentingan masyarakat harus selalu di depan,” katanya.

Kemudian infrastruktur dan persoalan klasik kota juga tak luput dari perhatiannya. Sampah, misalnya. “Ini problem yang selalu ada. Tidak bisa selesai dalam sehari. Tapi dengan kerja sama dan komitmen, kita bisa cari jalan keluar yang sistematis,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini berharap masyarakat tidak hanya jadi penonton pembangunan. Ia mengajak warga untuk terlibat memberi masukan, kritik, maupun saran.

“Kami siap menerima, bahkan sangat terbuka. Karena membangun kota itu bukan hanya urusan pemerintah, tapi urusan bersama. Kalau bahu-membahu, insyaallah hasilnya jauh lebih baik,” pesan Ketua DPC Gerindra Kota Banjarmasin ini.

Hal senada juga diungkap Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri. Baginya, momentum harjad bukan sekadar pesta perayaan, melainkan refleksi diri untuk berbenah. “Kita harus jujur, masih banyak PR yang menanti. Justru dari peringatan inilah semangat itu kita bangun. Apa yang belum tuntas, ayo kita kerjakan,” ujarnya.

DPRD, kata politikus muda Golkar ini, sudah tentu akan berpihak pada masyarakat. Program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga pasti didukung penuh. “Karena rakyatlah pemilik sesungguhnya kota ini. Kami hanya mewakili,” tegasnya.

Momen ini ia juga menitipkan pesan sederhana, agar masyarakat terus menjaga kota tetap aman dan nyaman. “Terima kasih untuk seluruh warga Banjarmasin. Karena berkat peran kalianlah kota ini bisa damai, bisa tertata. Tinggal bagaimana ke depan kita bisa mengoptimalkan potensi sungai untuk benar-benar mensejahterakan,” katanya.

Suara dua pucuk pimpinan kota ini, jelas ada satu benang merah. Banjarmasin masih punya jalan panjang menuju cita-cita “maju dan sejahtera”. Jalan itu pasti tidak selalu mulus. Akan banyak menemukan hambatan, kritik, bahkan gesekan. Namun, jika gawi sabumi benar-benar dijalankan, bukan mustahil sejarah 500 tahun kota ini akan ditulis dengan tinta emas. 

Karena seperti filosofi sungai, air akan selalu mencari jalan. Meski terhalang bebatuan, ia tetap mengalir, membawa kehidupan. Begitu pula Banjarmasin, kota yang pernah dijuluki “mutiara di muara” ini, diharapkan terus bergerak tanpa meninggalkan akar, demi satu tujuan, yakni kesejahteraan warganya.

Editor : Fauzan Ridhani
#kota seribu sungai #Hari Jadi #pemko banjarmasin #DPRD Banjarmasin #rapat paripurna