Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ingin Bangun Sekolah di Kawasan Pinggiran Banjarmasin, Dewan: Jangan Sampai Bebani APBD

Endang Syarifuddin • Jumat, 19 September 2025 | 12:49 WIB

 

SEKOLAH PINGGIRAN: SDN Basirih 10 di Sungai Jelai, salah satu sekolah di pinggiran kota Banjarmasin
SEKOLAH PINGGIRAN: SDN Basirih 10 di Sungai Jelai, salah satu sekolah di pinggiran kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menegaskan kesenjangan antara sekolah di pusat kota dan pinggiran harus dipersempit.

Menurut Yamin, setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang sama, baik dari sisi kualitas tenaga pengajar maupun sarana belajar.

"Kami ingin setiap anak, di mana pun tinggal, bisa menikmati pendidikan yang setara. Tidak boleh ada kesenjangan antara sekolah di pusat kota dan pinggiran kota," ujar Yamin usai rapat paripurna di Gedung DPRD Banjarmasin, belum lama tadi.

sBaca Juga: Sekolah Rakyat Siap Dibuka Di Banjarmasin, Berlokasi di Kawasan Jalan Mulawarman

Pemko tengah menyiapkan rencana pembangunan sekolah yang representatif di kawasan pinggiran kota. Konsepnya bukan sekadar menambah gedung baru, melainkan menghadirkan sekolah modern dengan fasilitas lengkap penunjang pembelajaran.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari DPRD. Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini menilai gagasan itu sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Namun, ia mengingatkan agar langkah besar itu tidak menimbulkan persoalan baru di anggaran daerah. "Tentu kita sangat mendukung, apalagi demi masa depan anak-anak kita. Tapi pembiayaan harus realistis, tidak membebani APBD dan melalui perencanaan yang matang," tegas politikus Partai Gerindra ini.

Ia juga menambahkan, opsi pembiayaan alternatif bisa dipertimbangkan. Seperti kerja sama dengan pihak swasta, pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun skema multi years (tahun jamak). Dengan begitu, pembangunan sekolah baru tidak akan mengganggu program prioritas lainnya.

"Jika terealisasi, bisa menjawab keresahan orang tua murid, yang selama ini merasa ada jurang fasilitas antara sekolah di tengah kota dan wilayah pinggiran," tutup Isnaini.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Sekolah #banjarmasin #muhammad yamin