Separuh ruas jalan depan Lapangan Bola Kayu Tangi terendam, memaksa kendaraan berbagi jalur tengah yang kering.
Berdasarkan pantauan, air pasang muncul pada pagi hari dan naik ke badan jalan. Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalur dan kemacetan parah, terutama saat jam sibuk.
Baca Juga: STIKES ISFI Luluskan 132 Sarjana dan DIII Farmasi Siap Kerja
Hj Dinah (52), pedagang nasi kuning di sekitar lokasi, mengaku sering melihat pengendara motor tergelincir akibat genangan.
"Apabila hujan tergenang juga, apalagi seperti air pasang ini. Semoga jadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Vino (35), pengguna jalan harian yang mengantar-jemput anak, menyebut genangan air sebagai penyebab utama kemacetan.
"Apabila air pasang, pasti terjadi kemacetan. Apalagi di jam-jam sibuk seperti pagi hari saat masyarakat mulai beraktivitas," ungkapnya.
Vino berharap solusi jangka panjang dari pemerintah, seperti peninggian jalan atau perbaikan sistem drainase.
"Jalannya sebaiknya ditinggikan, diaspal ulang, dan aliran airnya diperbaiki supaya lalu lintas tetap aman dan lancar," tambahnya.
Baca Juga: SMPN 3 Barambai Diduga Serobot 3.500 M2 Tanah Warga, Disdik Batola Siap Ganti Rugi
Jalan Hasan Basri dilalui warga Kayu Tangi, Handil Bakti, kawasan HKSN, dan pedagang yang memutar di U-Turn depan Kantor Kemenkumham Kalsel. Kondisi ini menambah kepadatan lalu lintas pagi hari.
Annisa (37), ibu rumah tangga, menyoroti kinerja petugas sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di U-Turn yang kurang optimal.
"Cara mengaturnya sering asal memberhentikan kendaraan, tak kasih kode dari jauh. Itu berbahaya, apalagi ada genangan air seperti ini," keluhnya.
Annisa berharap ada petugas dari Dishub atau Satlantas yang mengatur lalu lintas, bukan mengandalkan supeltas.
"Lebih baik ada petugas dari Dishub atau Satlantas yang mengaturnya. Ini yang malah banyak berjaga di Bundaran Kayu Tangi," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno