BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru batal melanjutkan proyek tahap II rehabilitasi Kolam Renang Idaman pada 2025 ini. Rencananya, pekerjaan digeser ke tahun depan.
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Nina Aprodita memastikan, penundaan proyek senilai Rp5,9 miliar tersebut bukan berarti mangkrak. Keterbatasan APBD yang membuat pekerjaan harus dibagi menjadi dua tahap.
“Kalau dilihat seperti tidak selesai, itu bukan tidak selesai, tapi memang dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran. Ada prioritas lain yang harus dikerjakan juga,” kata Nina.
Konsep penataan ulang fasilitas olahraga yang dibangun sejak 1990 itu tetap mengusung nuansa indies heritage, dengan perpaduan gaya kolonial dan modern. “Karena ini pekerjaan dua tahap, pertama pada 2024 sudah selesai, sedianya 2025 dilanjutkan, tapi ditunda. Maka akan masuk anggaran 2026,” ujarnya.
Dalam rencana tahap kedua, penataan kembali dilakukan berdasarkan desain tim Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Pekerjaan meliputi rehabilitasi kolam utama, kolam anak, kolam latihan, kolam persiapan, hingga kolam khusus perempuan.
Menurut Nina, keberadaan lima kolam itu diperlukan tidak hanya untuk rekreasi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga sebagai syarat penyelenggaraan kompetisi resmi antar sekolah maupun lembaga pendidikan.
“Suatu daerah minimal harus punya satu kolam utama, satu kolam latihan, dan satu kolam persiapan. Itu sudah kami masukkan dalam perencanaan,” tegasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief