Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Melawan Kepungan Air Pasang dan Menyempitnya Lahan Pertanian, Panen Masih Bisa Tembus 10 Ribu Ton

Endang Syarifuddin • Senin, 15 September 2025 | 08:50 WIB
Hamparan sawah di Sungai Lulut masih jadi tumpuan petani Banjarmasin, meski kerap terendam pasang.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)
Hamparan sawah di Sungai Lulut masih jadi tumpuan petani Banjarmasin, meski kerap terendam pasang.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Di tengah kepungan air pasang dan makin menyempitnya sawah akibat alih fungsi lahan, petani Banjarmasin masih bisa menunjukkan tajinya.

Panen padi diperkirakan bisa menembus angka 10 ribu ton pada tahun ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menuturkan faktor alam menjadi tantangan abadi bagi petani di Banjarmasin.

“Metode penanaman dua kali tidak bisa dilakukan selagi air pasang. Dampaknya lahan tergenang, sehingga pola tanam ganda belum bisa dijalankan lagi, padahal dulu pernah berhasil,” ujarnya.

Selain pasang surut air, kendala lain yang adalah alih fungsi lahan.

Yang dulunya banyak terhampar kawasan persawahan hijau hampir disetiap titik, perlahan berubah wajah menjadi deretan perumahan.

“Akibatnya lahan menyusut dan banyak yang tak lagi subur,” tambahnya.

Meski demikian, semangat petani di Banjarmasin tak surut.

Dari total luas wilayah Banjarmasin 98,46 kilometer persegi, masih tersisa sekitar 2.609 hektar lahan pertanian.

Dari angka itu, 1.944 hektar berhasil ditanami.

“Target Kementerian Pertanian sebenarnya 1.700 hektar. Alhamdulillah, petani kita bisa melampaui target. Ini bukti mereka tetap produktif,” jelas Yuliansyah.

Dari hasil tanam tersebut, diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 10 ribu ton beras.

Namun jumlah itu tetap belum sanggup mencukupi kebutuhan masyarakat Banjarmasin.

Maklum, kota ini memang bukan daerah penyangga pangan.

Meskipun demikian hasil panen tersebut mampu berkontribusi bagi ketahanan pangan daerah.

“Paling tidak, panen ini memberi kontribusi bagi ketahanan pangan kota. Jenis padi yang dipanen kebanyakan siam mutiara,” ucapnya.

Editor : Arif Subekti
#petani #Pasang #Alih Fungsi #sawah #banjarmasin #panen #lahan