Aksi polos siswa terlihat sibuk memungut sampah disepanjang rute. Memang sederhana, tapi sarat pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan kota.
Tim Semut ini bukan sekadar ikut jalan sehat. Mereka memiliki tugas khusus, menyisir sampah sepanjang rute.
Dengan kantong plastik di tangan, anak-anak pramuka madrasah binaan Kemenag ini bergerak sigap memungut bungkus minuman, botol plastik, hingga kertas bekas yang tercecer di jalan. Gerakan kecil tapi sarat makna.
“Ini sangat bagus untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dari sini kita bisa belajar mulai memilah sampah dari sumbernya,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, disela acara.
Ketua DPC Gerindra Kota Banjarmasin ini mengapresiasi Tim Semut. Baginya, upaya kecil itu justru memiliki gaung besar. Mengingat, menjaga kota tetap bersih adalah pekerjaan bersama, dan harus dimulai dari generasi muda.
Selain memberi pesan kebersihan, mantan Wakil Ketua DPRD ini juga menekankan makna kebersamaan. Jalan sehat, bukan hanya soal olahraga, tapi simbol hidup rukun dan damai antarsesama.
Begitu pula yang dilakukan Tim Semut. Dengan keringat di dahi dan plastik penuh sampah di tangan, mereka membuktikan bahwa menjaga kota tetap bersih bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan sambil berolahraga.
“Seperti kegiatan ini, diadakan untuk mempererat kerukunan antarumat beragama. Harapannya, Banjarmasin bisa menjadi salah satu kota paling toleran di Indonesia. Kita mulai dari kegiatan sederhana namun bermakna seperti ini,” cetus Yamin.
Tercatat, sekitar 2.000 peserta ikut ambil bagian. Mereka datang bukan hanya untuk bergerak sehat, tapi juga bersilaturahmi lintas agama.
Editor : Sutrisno