IKONIK: Bangunan ikonik dari bambu di kawasan Kampung Ketupat, Sungai Baru kini nasibnya menggantung. (Foto: Dok Radar Banjarmasin)
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi memutus kontrak kerja sama pengelolaan Wisata Kampung Ketupat di Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, dengan PT Juru Supervisi Indonesia (JSI).
Keputusan ini diambil karena tunggakan sewa yang mencapai sekitar Rp400 juta.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman menegaskan pihaknya tidak bisa lagi memberikan toleransi.
Baca Juga: Polres HSU Bongkar Sabu 0,25 Gram dari Ventilasi Warung
"Sudah dua tahun mereka tidak membayar sewa. Jadi kita hentikan kerja samanya," tegas Ikhsan, Jumat (12/9/2025).
Menurut Kabag Hukum Setdako Banjarmasin Jefri Fransyah, dalam perjanjian, penyewa wajib membayar sewa setiap tahun. Jika lalai tiga tahun berturut-turut, kontrak otomatis diputus.
"Faktanya, mereka tidak bayar sejak dua tahun terakhir. Ditambah denda, total kewajiban sekitar Rp400 juta," ungkap Jefri.
Baca Juga: Santri Curhat soal Knalpot Brong, Satlantas Kotabaru Janji Tindak Tegas!
Meski kontrak diputus, PT JSI tetap wajib melunasi kewajiban finansialnya. Pemko masih menunggu surat resmi pengakhiran kerja sama dari perusahaan tersebut.
Ikhsan menjelaskan, ke depan pengelolaan Kampung Ketupat akan menerapkan kriteria lebih ketat bagi investor baru.
Tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga harus memahami kehidupan warga sekitar.
Baca Juga: Pengurus DWP Kabupaten Kotabaru Resmi Dilantik, Diharapkan jadi Agen Perubahan
"Mereka harus paham soal kuliner khas, suasana kampung, sampai potensi sungai. Jadi bukan hanya berinvestasi, tapi ikut jadi bagian dari denyut masyarakat di sini," bebernya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Hendra mendukung keputusan pemko.
"Kalau memang jelas ada pelanggaran kontrak, apalagi tunggakan sudah menggunung, maka penghentian adalah langkah yang tepat," ujar politikus Fraksi PKS tersebut.
Baca Juga: Loket SKCK di Polres HSU Diserbu! Efek Seleksi PPPK Bikin Antrean Mengular
Hendra mengingatkan pentingnya persiapan konsep komprehensif dalam pengembangan Kampung Ketupat ke depan.
Tidak hanya soal bisnis tetapi juga dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata kota.
Editor : M. Ramli Arisno