Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sulit Angkut Hasil Panen, Petani di Cempaka Banjarbaru Keluhkan Jalan Usaha Tani yang Berlumpur Setiap Diguyur Hujan

Sheilla Farazela • Rabu, 10 September 2025 | 11:08 WIB
BERLUMPUR: Jalan usaha tani di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka dikeluhkan petani karena berlumpur saat diguyur hujan.
BERLUMPUR: Jalan usaha tani di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka dikeluhkan petani karena berlumpur saat diguyur hujan.

BANJARBARU – Kondisi jalan usaha tani di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, masih jauh dari kata layak. Jalan tanah sepanjang 3,3 kilometer tersebut menjadi berlumpur setiap diguyur hujan, sehingga menyulitkan petani mengangkut hasil panen.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Makmur, Supian Ilmi mengatakan, perbaikan jalan sudah lama diharapkan masyarakat untuk memudahkan aktivitas petani. “Kalau jalan bagus, bukan hanya memudahkan petani, namun tamu-tamu yang datang juga nyaman,” katanya.

Supian menyebut, ada dua jalur menuju lahan pertanian, yakni Jalan Handil Bangkal dan Jalan Handil Kyai. Warga berharap khusus di Jalan Handil Kyai dilakukan pengerasan agar tidak becek saat musim hujan.

Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, mengakui ruas jalan tersebut baru ditangani sebagian. “Pernah beberapa kali diusulkan, tapi karena keterbatasan anggaran daerah, penanganan dilakukan bertahap,” ujarnya.

Menurut Adi, perbaikan sementara dilakukan di bagian depan jalan, sepanjang satu kilometer dengan metode pengerasan. “Jika daya dukung tanahnya rendah, dilakukan perbaikan dasar seperti urukan tanah baru, base course, agregat kelas C, hingga pasir dan batu. Setelah itu baru bisa LPA, LPB, lalu pengaspalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jalan tersebut awalnya terbentuk dari bekas galian saluran air yang dipadatkan secara alami, kemudian difungsikan sebagai akses tani. Usulan perbaikan sudah kerap masuk lewat Dinas Pertanian maupun Musrenbang, namun belum menjadi prioritas utama.

“Kalau nanti ada arahan pimpinan dengan anggaran yang mencukupi, tentu akan kita tangani lebih optimal. Jalan yang diusulkan berkali-kali juga pasti jadi perhatian kami,” tutupnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#banjarbaru #jalan #pertanian