Sejak Jumat (4/9/2025), pekerja sibuk memasang pondasi dasar titian hingga melantai kayu ulin.
Lurah Sungai Bilu, Aswin, memastikan aktivitas warga sedikit demi sedikit kembali normal.
Baca Juga: Tim KPJUT Banjarbaru Tata Kabel Semrawut Jalan Panglima Batur dengan Sistem Ducting
"Alhamdulillah titian sudah mulai tersambung. Tinggal beberapa meter lagi, jalannya sudah bisa sampai depan rumah warga yang sempat terisolir," katanya.
Meski awalnya warga tidak bisa melintas, mereka masih bisa mencari jalan alternatif lewat gang kecil.
"Sekarang jalannya sudah di depan rumah, walaupun masih pondasi dan lantai kayu. Untuk pengecoran dan pagar nanti menyusul," jelasnya.
Baca Juga: Big Match Futsal FCC League Memanas! KPU FC Belum Terkalahkan, Victim FC Siap Jegal
Salah satu pekerja sekaligus warga setempat, Nurdin, menyebut perbaikan titian sepanjang 80 meter sudah berjalan sejak awal Agustus.
Hingga kini tersisa sekitar 20-30 meter yang belum rampung.
"Sekitar 51 meter sudah terbangun. Memang agak berat, terutama saat memasang pondasi dasar di sungai yang dalam. Semua masih dikerjakan manual dengan 12 tukang," ucapnya.
Baca Juga: Kemendag Cabut Kewenangan Dinas Perdagangan Kalsel Awasi Pupuk Bersubsidi
Meski penuh tantangan, Nurdin memastikan kualitas titian kali ini lebih kokoh. Balok ulin yang dipasang lebih besar, sementara konstruksi lantainya akan diperkuat semen.
"Supaya awet dan tidak kalah dengan titian lama," tambahnya.
Sebagai warga asli yang lahir dan besar di Kampung Hijau, Nurdin mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.
Baca Juga: DPRD Tanah Laut Gulirkan Tiga Raperda Inisiatif untuk Kesejahteraan Rakyat
"Waktu kejadian, Bu Wali Kota (Ananda) langsung turun, membuat jalan darurat, dan menyegerakan perbaikan. Targetnya akhir Desember 2025 sudah selesai," ungkapnya.
Warga berharap titian baru ini kembali menjadi urat nadi pergerakan sehari-hari, baik untuk bekerja maupun beraktivitas sosial.
"Titian ini bukan sekadar jalan, tapi nyawa kampung kami," tutup Nurdin. (*)
Editor : M. Ramli Arisno