BANJARMASIN - Kodim 1007/Banjarmasin menginspeksi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul keluhan makanan berbau, Jumat (29/8).
Hasilnya, Pasiter Kodim 1007/Banjarmasin, Hendera mengklaim kondisi dapur sehat MBG di kota ini baik, bersih, dan rapi.
Secara teknis, operasionalnya dinilai sudah sesuai standar. "Kami akan terus melakukan pemantauan," kata Hendera.
Di samping itu, kekhawatiran publik soal wadah makan atau ompreng yang disebut-sebut mengandung minyak babi ditepis mitra MBG.
Mitra MBG Banjarmasin Tengah, Dedy menyebut, peralatan makan yang digunakan oleh pihaknya sudah sesuai standar resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ompreng yang dipakai anak-anak itu tipe 304, sesuai standar BGN. Tidak benar kalau ada yang bilang mengandung minyak babi," kata Dedy saat disidak Kodim.
Ia menjelaskan, pengadaan ompreng dilakukan secara mandiri oleh para mitra dengan membeli langsung di pasaran. Setelah digunakan, wadah tersebut juga selalu dibersihkan agar tetap higienis.
"Kami beli di pasaran sesuai petunjuk BGN. Jadi masyarakat jangan khawatir, semua sudah sesuai aturan dan standar kesehatan," tambahnya.
Dedy menyayangkan beredarnya isu yang menurutnya bisa merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah ini.
"Kalau ragu, silakan dicek langsung spesifikasi omprengnya. Semua jelas, tidak ada yang aneh-aneh," ucapnya.
Sementara itu, mengutip media nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan akan segera menguji sampel wadah makan MBG untuk memastikan kebenaran isu tersebut.
Pengujian dilakukan melalui metode swab yang hasilnya akan diperiksa di laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya DNA babi, gelatin, atau gliserin.
Selain itu, bahan logam dari ompreng juga akan diuji dengan melibatkan Kementerian Perindustrian yang memiliki lembaga standar pengujian khusus.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief