Situasi ini membuat sebagian petani belum bisa panen padi secara merata karena sawah terendam hujan, ditambah serangan hama tikus yang keluar dari lubang akibat lahan tergenang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, menegaskan pemerintah tengah menyiapkan program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk membantu petani mengatasi persoalan tersebut.
Baca Juga: Paha Kanan Korban Ditusuk Sajam, Polres HSU Bekuk Pelaku Penganiayaan di Kaludan Kecil
“Kalau musim kemarau kekurangan air, maka diambil dari sungai kecil lewat pipa. Dalam program Oplah ada pengadaan pompa. Sebaliknya kalau musim hujan, air yang merendam sawah bisa dikeluarkan dengan pompa tersebut,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Program Oplah juga mencakup tata kelola air di sawah, termasuk pengerukan lahan dan pembangunan saluran sekunder. Petani diharapkan bersedia lahannya dikeruk agar sistem pengairan lebih optimal.
“Kalau hujan, galangan sawah bisa tergenang. Makanya nanti dikeruk, ditinggikan, dan diatur tata kelola airnya. Semua ini untuk kepentingan petani,” tegasnya.
Baca Juga: Kasus “Mama Khas Banjar” Jadi Pelajaran, Ditintelkam Polda Kalsel Buka Komunikasi dengan UMKM
Untuk pelaksanaan di lapangan, program Oplah akan dikelola oleh brigade pangan.
Mereka bertugas memberi sosialisasi dan pendampingan kepada kelompok tani agar bisa memanfaatkan sarana dengan baik.
Syamsir memastikan program tersebut segera dijalankan. “Tahun ini dilakukan di September, segera,” pungkasnya.
Editor : M. Ramli Arisno