Sejumlah sawah di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, tergenang hujan deras hasil OMC. Kondisi ini membuat pematangan padi melambat, panen terganggu, hingga memicu serangan hama tikus.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bakti Palam, Yansah, mengaku resah dengan curah hujan yang turun terus-menerus. “Seharusnya musim panen ini minta kering panas, tetapi dikasih hujan begini malah menghambat. Padi yang seharusnya cepat matang jadi terlambat,” ujarnya, Rabu (27/8).
Ia menjelaskan, genangan air memaksa tikus keluar dari sarang dan menyerang tanaman. Beberapa petani terpaksa panen lebih awal meski padi belum matang sempurna. “Kalau tidak dipaksakan panen, sayang juga karena padi diserang hama. Jadi terpaksa panen meskipun masih agak mentah,” tambahnya.
Yansah berharap pemerintah tidak terus-menerus melakukan OMC. “Kalau seminggu sekali atau dua kali tidak masalah. Tapi kalau dihujani tiap hari, bagaimana nasib petani?” tegasnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Palam, Rohim, membenarkan adanya kendala panen akibat curah hujan tinggi. “Pagi hari sebenarnya padi sudah bisa dipanen, tapi karena kondisi basah otomatis tidak bisa dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, hujan deras juga menyulitkan akses jalan tani. “Kalau jalan masuk ke dalam sawah becek, petani yang mengangkut gabah depan-belakang itu sangat terganggu,” kata Rohim.
Editor : M. Ramli Arisno