Sebanyak 239 siswa dari 10 kelas di sekolah tersebut kini mendapat jatah makan siang setiap hari. Menu disusun bersama ahli gizi agar sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kepala SDN 1 Kemuning, Nurmayanti, menyebut antusiasme siswa sangat tinggi. “Harapan kami, mereka semakin terbiasa mengonsumsi makanan sehat. Bahkan anak-anak yang biasanya tidak suka sayur bisa mulai menyukainya,” ujarnya.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, tahap awal program menyasar 1.700 siswa dari delapan sekolah. “Target berikutnya 3.220 anak di 13 sekolah,” ungkapnya.
Selain mengatasi persoalan gizi, program ini juga membantu sekolah mendata siswa yang memiliki alergi atau pantangan makanan sehingga menu dapat disesuaikan.
“Dengan dukungan relawan dan tenaga ahli, kita menargetkan MBG menjadi gerakan berkelanjutan demi melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tegas Kapolda.
Program MBG menjadi wujud kepedulian Polri terhadap generasi muda sekaligus langkah konkret mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Banua.
Editor : M. Ramli Arisno