BANJARBARU – Para seniman lukis Kalimantan Selatan menggelar pameran bertema Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kala Fafe, Senin (25/8).
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan hingga 31 Agustus 2025 dan terbuka untuk umum.
Sebanyak 25 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Lukisan-lukisan itu menghadirkan ragam budaya khas Kalsel mulai tarian, pakaian hingga adat dan kebiasaan.
Salah satunya karya Gusti Eva Pebriana yang menggambarkan Tari Baksa Kembang, tarian penyambutan tamu dengan makna spiritual. "Tarian ini adalah dua tarian yang mencerminkan kekayaan budaya Banjar. Kedua tarian ini memiliki fungsi dan tujuan yang sama," ucapnya.
Eva menyebut lukisan ini menampilkan keindahan keduanya sebagai bentuk sambutan dan penghormatan, memadukan kesan anggun dan agung. "Baksa Kembang sebagai tari utama, sementara Baksa Dadap sebagai tari pendukung yang memastikan kelancaran acara," pungkasnya.
Ketua Harian Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS) Banjarbaru, Eko Budiono, mengatakan pameran ini menjadi wadah bagi para pelukis sekaligus upaya menjaga warisan budaya lokal.
"Kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk menyalurkan inspirasi para pelukis, dan juga agar budaya Kalsel tidak hilang begitu saja,” ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief