BANJARMASIN - Memasuki triwulan III tahun 2025, serapan belanja Pemko Banjarmasin mulai menunjukkan kenaikan, meski lajunya masih terbilang lambat.
Dari APBD sebesar Rp2,3 triliun, baru sekitar Rp931 miliar atau 33 persen yang direalisasikan.
Sedikit lebih naik dibanding akhir semester pertama lalu yang hanya berada di angka 30,28 persen atau sekitar Rp726 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, Edy Wibowo menjelaskan, penyebab utama adalah banyaknya SKPD yang melakukan penyesuaian program di APBD 2025.
"Penyesuaian ini dilakukan agar program selaras dengan visi kepala daerah baru," kata Edy, Sabtu (23/8).
Namun, konsekuensinya tak kecil. Sejumlah proyek pembangunan tertunda. Pelaksanaan program menjadi semakin mepet, bahkan beberapa agenda terpaksa digeser ke APBD Perubahan.
"Sebagian lain baru bisa dijalankan pada 2026," ungkapnya.
Edy pun mengingatkan seluruh SKPD agar mengoptimalkan penyerapan anggaran. "Anggaran yang ada harus digunakan tepat waktu dan sesuai peruntukan. Jangan menumpuk pekerjaan fisik di akhir tahun," tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Hendra menyebut, serapan APBD 2025 yang baru 33 persen di triwulan III masih terlalu rendah dan berisiko memicu lonjakan pekerjaan menjelang tutup buku.
"Transisi kepemimpinan memang wajar memunculkan penyesuaian, tapi jangan sampai menghambat pembangunan dan pelayanan publik," ujarnya, Ahad (24/8).
DPRD, lanjut Hendra, mendorong SKPD mempercepat pelaksanaan dengan fokus pada prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Transparansi kepada publik juga harus dijaga. "APBD adalah instrumen pendorong kesejahteraan masyarakat. Kami akan memperketat pengawasan agar realisasi berjalan efektif dan memberi manfaat nyata," tegasnya.
Sebagai solusi, ia mendorong pemko membangun dashboard real-time serapan APBD per SKPD dan program prioritas RPJMD. Dengan sistem ini, keterlambatan bisa terdeteksi sejak dini, masyarakat bisa ikut mengawasi, dan kualitas APBD Banjarmasin tetap terjaga.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief