BANJARMASIN — Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang 2024. Laba usaha setelah pajak mencapai Rp47 miliar, melonjak 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp25 miliar.
Meski begitu, Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Edwarsyah menyebut masih ada pekerjaan rumah, terutama soal tingkat kebocoran air.
"Berdasarkan audit, kehilangan air pada 2023 tercatat 28,78 persen. Pada 2024 turun menjadi 28,14 persen. Untuk terus menekan angka ini, kami melakukan rehabilitasi jaringan di sejumlah wilayah yang sudah tua, patroli kebocoran, serta penanganan non-teknis seperti tera meter," jelasnya, Rabu (20/8).
Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih, Syahrani menambahkan, prioritas utama perusahaan tetap pada peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
Salah satunya melalui program peremajaan jaringan pipa. "Untuk pembenahan jaringan ke depan, kami sudah menganggarkan sekitar Rp300 miliar. Dana ini akan digunakan untuk peremajaan pipa, pembangunan reservoir, dan kebutuhan lain hingga 2028," bebernya.
Sementara itu, Plt Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo menuturkan, pemetaan jaringan pipa tua telah dilakukan dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Upaya ini, katanya, penting untuk menekan tingkat kebocoran sekaligus memastikan layanan air bersih bisa menjangkau seluruh pelanggan.
"Pengembangan sistem jaringan harus sejalan dengan pesatnya pertumbuhan hunian, sehingga suplai air bersih tetap terjamin hingga ke ujung jaringan," terang Edy.
Namun, ia mengakui peremajaan jaringan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan kemampuan internal yang terbatas, PAM Bandarmasih membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pembenahan.
"Mengandalkan modal pemerintah saja cukup sulit. Karena itu, kami perlu alternatif pembiayaan, termasuk lewat investasi swasta," pungkasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief