Warga Jalan Antasan Raden RT 22 ini kini dirawat intensif dengan pengawasan ketat tim medis. Kondisinya menjadi pengingat bahwa masalah gizi masih menjadi perhatian serius di Kota Banjarmasin, khususnya untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin dr Tabiun Huda menegaskan Mahendra mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Tim medis khusus telah diturunkan untuk menangani kondisi bocah ini secara komprehensif.
Baca Juga: BPK RI Sosialisasi Sekolah Keuangan Negara ke 60 Siswa SMAN 2 Banjarbaru
"Kami sudah menurunkan tim medis khusus untuk menangani adik kita ini. Semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah," kata dr Tabiun, Jumat (22/8).
Dinkes menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini sebagai investasi masa depan bangsa. Kasus Mahendra harus menjadi pelajaran bersama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah dr M Syaukani memastikan pelayanan maksimal dengan melibatkan dokter dari berbagai bidang spesialis. Kondisi awal Mahendra memang cukup serius sehingga memerlukan penanganan intensif dan berkelanjutan.
Baca Juga: BPBD Balangan Dirikan Posko Siaga Darurat Karhutla Hingga 30 September 2025
"Pelayanan maksimal sudah kewajiban kami. Untuk adik kita ini, dokter dari berbagai bidang dilibatkan agar kondisinya segera membaik," jelas dr Syaukani.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin turun tangan langsung dengan menginstruksikan Wakil Wali Kota Ananda meninjau kondisi Mahendra. Kesehatan ditekankan sebagai hak dasar setiap warga tanpa terkecuali.
"Tidak boleh ada warga yang menderita hanya karena alasan biaya. Seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh pemerintah," tegas Yamin.
Baca Juga: Anggota DPRD HST Supriyadi Sebut DBH Rp 93,8 Miliar Berkah Tak Terduga dari Pusat
Dinsos Banjarmasin menyiapkan langkah lanjutan dengan memasukkan keluarga Mahendra dalam program jaminan sosial agar kehidupannya lebih terjamin ke depan.
Editor : M. Ramli Arisno