BANJARBARU – Jalan Sidodadi 2 kini tak lagi jadi pilihan lega. Sejak arus lalu lintas dialihkan ke sana akibat proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin di Jalan A. Yani, Km 31, jumlah kendaraan yang melintas meningkat dua kali lipat.
Dinas Perhubungan Banjarbaru mencatat, pada jam sibuk, setiap menit ada 150 kendaraan yang melewati jalan di Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan tersebut.
Kasi Opsdal Dishub Banjarbaru, Aries Andrianto, mengungkapkan, padahal sebelum proyek jembatan dimulai, rata-rata hanya ada 70 kendaraan yang melintas setiap menitnya.
“Sejak pengalihan arus, jumlah kendaraan yang lewat naik 46,7 persen. Puncak kepadatan terjadi pada pagi hari ketika siswa berangkat sekolah dan pegawai menuju kantor, serta sore saat jam pulang," ungkapnya.
Untuk mengurai kemacetan, ujar Aries, Dishub telah menerapkan rekayasa lalu lintas. Khusus kendaraan roda empat dilarang melintas di Jalan Sidodadi 2 pada pukul 06.30–09.00 Wita.
Selain itu, petugas juga ditempatkan di titik-titik rawan macet mulai pukul 06.30 hingga 08.45 Wita. “Rencana awal kendaraan roda empat tidak diizinkan melintas. Hanya roda dua yang boleh. Tapi masih perlu dibahas dengan warga sekitar, terutama Ketua RT setempat,” jelas Aries.
Strategi jangka pendek Dishub adalah memastikan personel tetap siaga di lapangan untuk mengendalikan arus lalu lintas di titik rawan macet.
Sementara untuk jangka panjang, kata Aries, koordinasi lintas instansi akan dilakukan hingga proyek jembatan rampung.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief