Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Sungai Andai Banjarmasin Tolak TPS3R, Begini Kata DLH Banjarmasin

Riyad Dafhi Rizki • Senin, 18 Agustus 2025 | 13:59 WIB

RESISTENSI: Warga Kompleks Ar-Rahman, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara melakukan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan TPS3R di dekat pemukiman mereka.
RESISTENSI: Warga Kompleks Ar-Rahman, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara melakukan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan TPS3R di dekat pemukiman mereka.
BANJARMASIN — Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kompleks Ar Rahman, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, menuai penolakan warga.

Padahal, fasilitas tersebut dinilai bisa menjadi solusi dari persoalan sampah yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki menduga, adanya kesalahpahaman di tengah warga soal TPS3R. 

Dikatakannya, TPS3R tidak bisa disamakan dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) konvensional yang identik dengan bau menyengat, sampah berhamburan, hingga kesan kumuh.

"TPS3R berbeda. Sistemnya lebih tertib karena berbasis langganan. Misalnya, satu TPS3R hanya melayani 200 kepala keluarga, dan di luar kapasitas itu tidak bisa lagi menampung," ujarnya, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan, sampah dari warga tidak ditumpuk begitu saja, melainkan dijemput langsung oleh petugas khusus. 

Setelah terkumpul, sampah dipilah dan diolah menggunakan fasilitas yang lebih modern, mulai dari mesin pemilah, pencacah, hingga mesin pengering.

"Manfaatnya bisa beragam, dari pembuatan pupuk hingga pengembangan peternakan maggot, seperti yang sudah dilakukan di daerah lain," tambahnya.

Ia juga bilang, keberadaan TPS3R tidak hanya bermanfaat untuk pengelolaan sampah. 

Lahan di sekitarnya dapat difungsikan sebagai ruang aktivitas sosial warga. "Bisa untuk senam, hajatan, lomba 17-an, atau kegiatan bersama lainnya," katanya.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin memaksakan pembangunan jika masyarakat belum siap. 

DLH, ujar Jack, akan terus memberikan sosialisasi agar warga memahami peran TPS3R. "Sangat disayangkan kalau ada lahan yang berpotensi digunakan untuk TPS3R, tapi ditolak. Namun yng jelas, kami tetap mencari solusi terbaik," tutupnya.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #TPS3R