Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Baru Sekali Sosialisasi, Pembangunan TPS3R di Sungai Andai Banjarmasin Ditolak Warga

Endang Syarifuddin • Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:30 WIB
PROTES: Warga Kompleks Ar-Rahman menggelar aksi penolakan rencana pembangunan TPS3R, Rabu (13/8) pagi.
PROTES: Warga Kompleks Ar-Rahman menggelar aksi penolakan rencana pembangunan TPS3R, Rabu (13/8) pagi.

BANJARMASIN – Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kompleks Ar-Rahman V, Sungai Andai, Banjarmasin Utara, menuai penolakan warga.

Alasannya, lokasinya terlalu dekat dengan rumah penduduk. Warga takut dengan potensi bau, merusak pemandangan, dan mengancam kesehatan lingkungan.

"Kami warga Ar-Rahman V menolak pembangunan TPS3R di area permukiman. Lokasinya sangat dekat dengan rumah warga. Bau, pemandangan terganggu, lingkungan tercemar, dan bisa menimbulkan penyakit," tegas perwakilan warga, Deliana Monis, Rabu(13/8).

Warga mengaku kecewa dengan cara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menangani persoalan ini.

Dikatakannya, sosialisasi hanya dilakukan sekali, itu pun mendadak, sehingga banyak warga tidak sempat hadir karena sibuk bekerja. 

"Yang kami sayangkan, kenapa mereka mengambil keputusan sendiri? Sosialisasinya tidak merata. Malah warga yang tidak hadir yang dimarahi," keluh Deliana.

Tak hanya itu, warga Ar-Rahman telah mengajukan petisi penolakan yang diserahkan kepada ketua RT setempat untuk diteruskan ke DLH.

Namun, warga tidak pernah mendapat kabar lanjutan. "Dan tiba-tiba saja, pada 4 Agustus kemarin mereka datang membawa plang pemberitahuan pembangunan," ujarnya kesal.

Situasi memanas setelah warga mendengar isu intimidasi. "Ketika kami berkumpul membahas penolakan, ada yang bilang kami bisa di-blacklist kalau menolak. Padahal kami punya hak bersuara," bebernya.

Warga meminta DLH mencari lokasi alternatif yang lebih jauh dari permukiman, namun masih bisa dijangkau untuk pengelolaan sampah.

"Meski lahan itu tanah milik pemerintah, kami tetap menolak," tegasnya.

Menanggapi penolakan warga, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyatakan siap mencarikan solusi. "Kalau ditolak, pemerintah harus mencari titik lain. Nanti akan kita sampaikan lokasi baru ke kementerian, karena dananya berasal dari bantuan pusat," ujarnya.

Yamin menduga persoalan ini bermula dari miskomunikasi. Karena DLH langsung menentukan titik tanpa sosialisasi yang jelas.

"DLH langsung menentukan titiknya. Kalau disosialisasikan terus dan masyarakat tahu TPS3R tidak mengganggu, saya yakin bisa diterima. Tapi kalau sudah menjadi perdebatan, jangan sampai bertentangan dengan warga," kata politikus Partai Gerindra itu.

Ia juga menegaskan, pemerintah tidak pernah berniat mengintimidasi masyarakat. "Kalau ada yang sampai mengintimidasi warga, akan kami tindak tegas. Justru pemerintah harus memberi pelayanan yang baik," pungkas Yamin.

Wartawan mencoba mengkonfirmasi Kadis LH Banjarmasin Alive Yoesfah Love melalui pesan WhatsApp, namun sampai berita ini ditulis belum direspons.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#tempat pembuangan akhir #banjarmasin #Sampah #TPS