Ahmad Budiono, perwakilan warga, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek infrastruktur ini. Namun, ia mengkritik dampak negatif yang justru merugikan kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.
"Prinsipnya pembangunan jembatan ini kami dukung 100 persen. Tapi yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberi manfaat, bukan malah mudharat," ujar Budiono saat menyampaikan aspirasi warga.
Baca Juga: Pemkab Tanah Bumbu Beber Strategi Dongkrak PAD Usai Pendapatan RSUD-Puskesmas Anjlok
Persoalan utama terletak pada struktur jalan yang ditinggikan secara drastis. Kondisi ini membuat kendaraan besar seperti kontainer tidak dapat mengakses kawasan yang selama ini menjadi titik bongkar muat strategis. Warga terpaksa menguruk sendiri akses jalan agar kendaraan masih bisa melintas.
"Kalau jalan curam dan tinggi, kontainer tidak bisa masuk. Kami tidak ingin aktivitas itu pindah ke Jalan A. Yani, karena bisa menimbulkan kemacetan baru," jelas Budiono menjelaskan kekhawatiran masyarakat.
Dampak ekonomi mulai dirasakan para pelaku usaha yang terpaksa menutup kegiatan bisnis akibat terganggunya mobilitas. Belum lagi, beberapa rumah warga dilaporkan sering mengalami banjir yang diduga disebabkan sistem drainase tersumbat selama konstruksi berlangsung.
Baca Juga: Realita Pahit Lalu Lintas Tabalong, 679 Pelanggar dalam 14 Hari, Pengendara Bawah Umur 92 Kasus
Aspirasi warga telah disampaikan dalam pertemuan dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Pemko Banjarbaru, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), kontraktor pelaksana, dan kontraktor pengawas. Dalam forum tersebut, warga meminta penghentian sementara sebagian pekerjaan yang berdampak langsung pada aktivitas harian hingga ditemukan solusi optimal.
"Masih ada bagian lain dari proyek yang bisa dilanjutkan. Jadi, tidak perlu berhenti total," ungkap Budiono memberikan alternatif konstruktif.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kepentingan ekonomi dan kenyamanan warga sekitar.
Baca Juga: 1.842 Honorer Antre Diangkat, Tapi Tak Semua Diterima
"Yang penting ada solusi agar kami bisa beraktivitas dengan nyaman, dan pembangunan tetap berjalan," tandasnya.
Editor : M. Ramli Arisno