Renkon disusun melalui kerja sama dengan Fakultas FISIP Prodi Geografi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin untuk mengantisipasi potensi bencana cuaca ekstrem yang mengancam lima kecamatan di ibu kota Kalimantan Selatan.
Sekretaris BPBD Kota Banjarmasin Budi Fitriadi menyebut proses penyusunan sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada tahun ini.
Baca Juga: Operasi Patuh Intan HSS Jaring 735 Pelanggar, Naik 50 Persen dari 2024
"Belum bisa kami sampaikan hasilnya, karena masih dalam tahap penyusunan. Tapi insya Allah bisa selesai tahun ini," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (31/7/2025).
Dokumen renkon akan memuat skenario lengkap menghadapi bencana cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung. Fokus utama adalah memetakan kawasan rawan cuaca ekstrem di lima kecamatan Kota Banjarmasin.
"Modelnya hampir sama dengan renkon banjir yang sudah kami susun tahun lalu. Semua dijelaskan secara detail, dari potensi, wilayah rawan, sampai langkah penanganan jika bencana benar-benar terjadi," terangnya.
Baca Juga: Ruas Bitahan-Miawa Belum Sepenuhnya Diperbaiki, Rustan Nawawi Akan Kawal Sampai Selesai
BPBD sebelumnya telah merampungkan kajian risiko bencana secara umum yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali). Kajian mencakup berbagai potensi bencana di Banjarmasin mulai dari banjir, kebakaran, hingga cuaca ekstrem.
"Khusus untuk renkon banjir sudah selesai tahun lalu. Nah, tahun ini kita lanjutkan ke renkon cuaca ekstrem," jelasnya.
Melalui kolaborasi dengan pihak kampus, BPBD berharap hasil kajian tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi benar-benar menjadi panduan teknis bagi semua pihak jika bencana cuaca ekstrem benar-benar melanda.
Baca Juga: PGRI Tala Kompak Pilih Iriansyah Lagi, Janjikan 40 Persen Regenerasi dan 30 Persen Kuota Gender
"Langit memang tak bisa dilawan, tapi bisa kita siasati dengan perencanaan yang matang," pungkas Budi.
Editor : M. Ramli Arisno