BANJARMASIN – Sejumlah komponen air mancur di Jembatan Pasar Lama kembali raib. Temuan ini diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin ketika melakukan pemeliharaan rutin pada salah satu ikon di pusat kota tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menyebut, kasus kehilangan komponen bukan yang pertama kali terjadi.
“Memang ada beberapa bagian yang hilang. Ini menjadi tantangan besar dalam merawat fasilitas publik seperti air mancur,” ujarnya kepada wartawan usai kegiatan pemeriksaan teknis, Rabu (8/7/2025).
Suri menegaskan, pihaknya langsung melakukan pendataan ulang seluruh instalasi air mancur. Selain itu, kabel-kabel semrawut juga ditertibkan dan dirapikan.
“Kami terus pantau dan benahi. Semua komponen harus diinventarisasi kembali dan dirawat,” ucapnya.
Pihaknya kini tengah menyiapkan skema pengawasan lebih ketat. Tak hanya internal, PUPR juga berencana menggandeng stakeholder terkait untuk membantu penjagaan.
“Paling penting sebenarnya adalah partisipasi masyarakat. Fasilitas ini dibangun untuk warga, dan harus dijaga bersama,” imbaunya.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeliharaan. Selain pengecekan ulang pompa dan instalasi listrik, pihaknya juga melakukan pembersihan sedimentasi.
“Sedimentasi air harus dibersihkan total agar aliran lancar. Semua pompa dan kabel juga sedang kami cek agar aman dan bisa berfungsi optimal,” ungkapnya.
Jika semua berjalan lancar, air mancur ini ditargetkan bisa kembali dioperasikan sebelum akhir bulan.
“Anggaran pemeliharaan sudah disiapkan. Termasuk biaya operasional bulanannya yang mencapai sekitar Rp14 juta,” bebernya.
Air mancur di Jembatan Pasar Lama sempat jadi primadona baru di Kota Seribu Sungai. Namun hilangnya sejumlah komponen menandakan masih lemahnya pengawasan, sekaligus minimnya kesadaran kolektif untuk menjaga aset kota.
Editor : Arif Subekti