Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penjemput Haji Padati Mahligai Sultan Adam Martapura, Satpol PP Kerahkan Pengamanan Ekstra

M Fadlan Zakiri • Jumat, 4 Juli 2025 | 12:54 WIB
JAGA KETAT: Petugas Satpol PP Banjar berjaga di gerbang Mahligai Sultan Adam, mengatur arus masuk keluarga jemaah haji yang memadati lokasi penyambutan, Kamis (3/7/2025).
JAGA KETAT: Petugas Satpol PP Banjar berjaga di gerbang Mahligai Sultan Adam, mengatur arus masuk keluarga jemaah haji yang memadati lokasi penyambutan, Kamis (3/7/2025).

MARTAPURA – Tangis haru dan pelukan penuh syukur terlihat mewarnai suasana penyambutan jemaah haji asal Kabupaten Banjar di Mahligai Sultan Adam, Kamis (3/7) pagi.

Sejak pukul 06.00 Wita, ribuan penjemput sudah memadati lokasi. Membuat situasi cukup padat, dan memerlukan pengamanan ekstra.

Sebanyak 332 jemaah haji Kabupaten Banjar yang tergabung kloter 10 Debarkasi Banjarmasin, tiba dari Tanah Suci dan langsung disambut keluarga.

Sementara 88 jemaah lainnya diarahkan ke Terminal Gambut.

Kepulangan jemaah ini tak hanya disambut suka cita. Tapi juga duka, lantaran satu jemaah asal Sekumpul, H Lutfi Inani (58) meninggal dunia dalam perjalanan pulang.

Di tengah padatnya massa, jajaran Satpol PP Kabupaten Banjar tampak sigap berjaga di area pintu gerbang hingga halaman dalam Mahligai Sultan Adam. Mereka mengatur arus masuk kendaraan, mengendalikan kerumunan warga, serta mengawal jalur keluar-masuk jemaah haji. “Kami kerahkan personel untuk menjamin kegiatan berjalan tertib dan aman, terutama di titik-titik padat seperti gerbang utama dan area parkir,” ujar Plt Kepala Satpol PP Banjar, Yudi Andrea.

Ia mengatakan, pendekatan humanis diterapkan dalam pengamanan kali ini. “Kami memahami ini momen sakral. Jadi pengamanan dilakukan tanpa mengganggu suasana haru dan khidmat,” katanya.

Selain menjaga ketertiban, petugas Satpol PP juga membantu memberi arahan kepada keluarga jemaah, termasuk dalam mengarahkan titik temu agar tidak terjadi penumpukan di satu area.

Sementara itu, Nazarudin jemaah asal Karang Intan sangat bersyukur telah tiba kembali dengan selamat. “Selama ibadah haji, pelayanan sangat baik. Bahkan kami yang lansia pun diperlakukan sangat manusiawi,” ucapnya.

Wafat di Atas Pesawat

Suasana haru mewarnai kepulangan jemaah haji Kloter 10 Embarkasi Banjarmasin. Salah satu jemaah, Lutfi Inani bin Masri Zain (58) dinyatakan wafat saat pulang menuju Banua, pada Rabu (2/7) malam.

Humas Kanwil Kemenag Kalsel, Rajudin mengatakan bahwa almarhum wafat saat pesawat masih mengudara menuju tanah air. Tepatnya saat masih dalam perjalanan dari Madinah menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang.

Almarhum Lutfi ini tercatat sebagai warga Jl Sekumpul Gang Nangka, Tanjung Rema Darat, Kabupaten Banjar. Ia diketahui berangkat seorang diri tanpa pendamping.

Berdasarkan laporan petugas, Lutfi sempat mengeluhkan kondisi lemas sejak sepekan terakhir. Namun tetap bersikeras ingin pulang bersama rombongan. “Beberapa hari terakhir, memang terlihat lemas. Tapi saat dicek, tanda-tanda vital masih normal,” ujar dr Noor Anita, dokter Kloter 10.

Lutfi memiliki riwayat diabetes melitus. Bahkan, menjelang kepulangan dari Bandara Pangeran Abdul Aziz, Madinah, gula darah tercatat mencapai 301 mg/dL.

Meski demikian, tekanan darah dan saturasi oksigen masih stabil. Obat rutin tetap diberikan, dan pemantauan dilakukan berkala selama penerbangan. Namun sekitar pukul 08.00 WIB, Lutfi ditemukan tak sadarkan diri. Pemeriksaan cepat menunjukkan tidak ada nadi dan napas.

Resusitasi Jantung Paru (RJP) dilakukan lima siklus, namun tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 12.22 WIB.

Jenazah langsung dibawa bersama rombongan ke Bandara Minangkabau, dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kandangan. Dengan meninggalnya Lutfi, total jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang wafat selama musim haji 2025 menjadi 11 orang. Rinciannya, 5 orang dari Kalimantan Selatan, dan 6 dari Kalimantan Tengah. “Atas nama Kemenag Kalimantan Selatan, kami menyampaikan duka mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah,” tutup Rajudin.

 Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#haji #jemaah #Banjar