BANJARMASIN – Dulunya beringas di jalanan. Terlibat aksi gangster yang sempat bikin geger warga di Pekapuran Raya. Tapi sekarang, mereka pegang kunci inggris. Bukan lagi cari lawan, tapi cari baut.
Lima anak yang diringkus polisi karena terlibat gangsterisme di Banjarmasin pada Mei lalu, kini beralih haluan. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin tak mau mereka kembali ke jalan yang sama. “Setelah dikabari kepolisian, kami dampingi terus. Fisik, mental, dan sosial mereka kami perhatikan. Setelah itu kami koordinasikan dengan Dinsos untuk ikut pelatihan bengkel,” ujar Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan, kemarin (22/6).
Pelatihan ini bukan sekadar program pelengkap. Tapi langkah nyata agar mereka punya keterampilan. Minimal, bisa mandiri.
“Daripada keluyuran lagi. Mending diajari perbaiki mesin kendaraan,” kata Susan, sembari tersenyum.
Selama mengikuti pelatihan, anak-anak tersebut akan dilatih dasar-dasar otomotif. Mulai dari servis motor, hingga bongkar-pasang komponen kecil.
Namun, proses pembinaan tak berhenti di situ. Setelah pelatihan, UPTD PPA tetap memantau perkembangan mereka. “Jangan sampai mereka balik lagi ke lingkungan negatif. Kami kawal terus,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya tegas, tapi juga menyeluruh. Tak cukup hanya dengan ceramah atau sanksi sosial.
“Anak-anak ini masih bisa diselamatkan. Yang penting, diberi ruang, diberi harapan. Mereka bukan penjahat, mereka hanya kehilangan arah,” ujarnya.
Selain kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan, lima anggota gangster tersebut juga menjadi salah satu fokus kasus yang ditangani UPTD PPA Banjarmasin selama bulan Juni ini.
“Total sejak Januari 2025, jumlah kasus yang ditangani ada 87 kasus. Rinciannya, Januari 25 ada kasus, Februari 24, Maret 3, April 11, dan Mei 13 kasus. Lalu ditambah Juni ada 11 kasus hanya dalam kurun waktu 19 hari,” terang Susan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief