"Ini kejahatan yang tak bermoral. Keji. Saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin seorang anak bisa disiksa seperti itu di rumahnya sendiri," kata politikus Partai Gerindra ini dengan nada geram, Jumat (20/6/2025).
Bocah perempuan berinisial A berusia 5 tahun ditemukan terkurung dalam ruangan sempit di rumahnya sendiri dalam kondisi lemas, kotor, dan kelaparan. Korban kerap dipukul bahkan pernah dibanting oleh ayahnya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi neraka bagi si kecil.
Baca Juga: Pria Tabalong Ditangkap di Amuntai dengan 5,2 Gram Sabu Tersembunyi dalam Kotak Domino Kuning
"Pelaku harus dihukum setimpal," tegas Isnaini.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin ini menyebut kejadian tersebut sebagai pukulan keras bagi seluruh warga kota dan peringatan serius bagi masyarakat. "Kalau ada tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar, jangan diam. Laporkan! Ke polisi, UPTD PPA, ke RT, bahkan ke kami di dewan," ujarnya.
Isnaini menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani kasus kekerasan anak. "Kami siap bantu memfasilitasi. Jangan tunggu korban berikutnya jatuh. Siapa lagi yang akan melindungi anak-anak ini, kalau bukan kita?" katanya.
Baca Juga: Pemkab Tanah Bumbu Hadiri IWWEF 2025
Sorotan kritik juga diarahkan pada sistem sosial yang dinilai mulai melemah. Ia mempertanyakan peran RT dan lingkungan sekitar yang tidak mengetahui penyiksaan yang berlangsung lama.
"Bagaimana mungkin seorang anak disiksa begitu lama, tapi lingkungan tidak tahu? Ini tamparan," cetusnya.
Isnaini menegaskan bahwa anak-anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. "Anak-anak bukan hanya tanggung jawab orang tuanya. Mereka tanggung jawab kita semua. RT, warga, pemerintah, dewan, semua punya peran," tegasnya.
Editor : M. Ramli Arisno